PERAN FASILITATOR PENDAMPING DALAM PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN USAHA NASABAH SEBAGAI PROGRAM PEMBERDAYAAN BERBASIS PEMBIAYAAN SYARIAHSTUDI KASUS PADA BANK XYZ
Abstract
Program pemberdayaan berbasis pembiayaan syariah merupakan salah satu upaya untuk mendukung pengembangan usaha nasabah melalui kegiatan pendampingan. Dalam pelaksanaannya, sebagian nasabah masih memiliki keterbatasan dalam menerapkan strategi pemasaran, seperti mengandalkan pembeli di lingkungan sekitar dan belum optimal memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran fasilitator pendamping dalam pengembangan strategi pemasaran usaha nasabah, tahapan pendampingan yang dilakukan, kendala yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas empat fasilitator pendamping, lima nasabah binaan, dan satu karyawan bank. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis
menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator pendamping berperan sebagai pendamping, edukator, pengarah, motivator, dan penghubung antara Bank XYZ dengan nasabah. Tahapan pendampingan meliputi identifikasi kondisi dan kebutuhan usaha, pemberian materi dan arahan pemasaran, praktik penerapan strategi, serta pemantauan dan evaluasi. Strategi pemasaran yang diarahkan mencakup pemanfaatan WhatsApp dan media sosial, pengembangan identitas
usaha, penggunaan spanduk, peningkatan tampilan produk, serta pemasaran secara langsung. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan kemampuan nasabah dalam menggunakan teknologi, keterbatasan waktu, dan belum konsistennya penerapan strategi pemasaran. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut meliputi pemberian arahan secara bertahap, contoh
dan praktik langsung, motivasi, serta penyesuaian strategi dengan kemampuan dan kebutuhan nasabah. Hasil pendampingan menunjukkan adanya perubahan dalam aktivitas promosi pada sebagian nasabah, meskipun peningkatan penjualan dan jumlah pembeli belum merata. Oleh karena itu, pendampingan secara berkelanjutan diperlukan untuk mendorong konsistensi penerapan strategi pemasaran sehingga dapat mendukung pengembangan usaha nasabah