IDENTIFIKASI RESIKO PADA PINTU MASUK PEMBUKAAN PESTA RAKYAT EVENT F1 POWER BOAT DANAU TOBA 2025
Abstract
Event F1 Power Boat Danau Toba merupakan salah satu kegiatan internasional yang diselenggarakan di kawasan Danau Toba dan menjadi daya tarik besar bagi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara. Antusiasme pengunjung yang tinggi pada pembukaan pesta rakyat menimbulkan tantangan tersendiri terhadap aspek keamanan dan keselamatan, khususnya pada area pintu masuk utama yang menjadi titik konsentrasi massa. Kondisi tersebut menuntut penerapan strategi crowd management yang efektif serta identifikasi risiko secara menyeluruh agar potensi bahaya dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko yang terjadi pada area pintu masuk utama acara pembukaan pesta rakyat F1 Power Boat Danau Toba 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis tematik berdasarkan model FIST (Force, Information, Space, Time) yang dikembangkan oleh Keith Still. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi retrospektif, wawancara dengan pihak keamanan dan pengunjung, serta dokumentasi kegiatan selama pelaksanaan event. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 risiko utama yang teridentifikasi di area pintu masuk dan dikelompokkan dalam empat dimensi FIST. Risiko dengan tingkat paling tinggi terdapat pada dimensi Force dan Information, seperti tekanan massa akibat himpitan kerumunan (crowd crush), miskomunikasi perubahan arah pintu masuk–keluar, serta tidak adanya informasi waktu tunggu yang jelas. Risiko lainnya ditemukan pada dimensi Time dan Space, antara lain waktu antrean yang panjang, paparan panas matahari, serta gangguan eksternal dari pedagang dan kendaraan di sekitar area pintu masuk. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa area pintu masuk merupakan titik paling kritis terhadap potensi risiko keselamatan pengunjung. Oleh karena itu, diperlukan penerapan strategi mitigasi seperti pembagian jalur antrean reguler dan prioritas, penambahan petugas pengatur massa, pemasangan papan estimasi waktu tunggu, serta penggunaan sistem pemantauan kepadatan secara real-time agar pergerakan pengunjung tetap aman, terkendali, dan efisien.