EFISIESI TATA NIAGA KENTANG DI DESA HARIAPA PINTU KECAMATAN HARIAN KABUPATEN SAMOSIR
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi saluran tata niaga kentang yang ada di desa Hariara Pintu, serta menganalisis efisiensi setiap saluran tata niaga yang ada. Penelitian ini dilakukan di desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian Kabupaten Samosir yang dipilih secara sengaja (purposive sampling), dengan mempertimbangkan bahwa desa Hariara Pintu menjadi tulang puggung penghasil kentang dari Kabupaten Samosir dan penyumbang kentang nomor 4 terbesar untuk Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian deskriptif, pengumpulan data dengan wawancara, serta metode analisis efisiensi saluran tata niaga. Responden di dalam penelitian ini yakni petani kentang di desa Hariara Pintu sebanyak 50 orang yang dianggap sudah mewakili dari keseluruhan populasi, sedangkan untuk lembaga pemasaran yang ada dipilih secara snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 pola atau saluran tata niaga kentang di desa Hariara Pintu, yaitu Saluran I: Petani kentang, Tengkulak, Pedagang Besar Provinsi Sumatera Barat, Pedagang Pengecer dan Konsumen; Saluran II: Petani kentang, Pedagang Pengumpul, Pedagang Besar Kota Medan, Pedagang Pengecer dan Konsumen; Saluran III: Petani kentang, Tengkulak, Pedagang Besar Provinsi Riau, Pedagang Pengecer dan Konsumen; Saluran IV: Petani kentang, Pedagang Pengumpul, Pedagang Besar Kota Sidempuan, Pedagang Pengecer dan Konsumen. Saluran I dengan margin Rp 4.000, farmer share 69% dan rata-rata π/C= 4,25. Saluran II dengan margin sebesar Rp 3.500, farmer share 71% dan rata-rata π/C= 3,08. Saluran III dengan margin sebesar Rp 5.500, farmer share 69% dan rata-rata π/C= 6,27. Kemudian saluran IV dengan margin sebesar Rp 5.500, farmer share 63% dan rata-rata π/C= 3,17. Pembentukan harga kentang pada setiap saluran tidak terlepas dari fungsi-fungsi tata niaga yang dilakukan lembaga pemasaran yang ada, sehingga membentuk harga sampai ke tangan konsumen akhir.