• Bahasa Indonesia
    • English
  • English 
    • Bahasa Indonesia
    • English
  • Login
View Item 
  •   Home
  • Student Papers (SP)
  • SP - Program Studi Agribisnis Hortikultura
  • SP - Agribusiness
  • View Item
  •   Home
  • Student Papers (SP)
  • SP - Program Studi Agribisnis Hortikultura
  • SP - Agribusiness
  • View Item
JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

ANALISIS KELAYAKAN BISNIS TANAMAN ICEBERG HIDROPONIK NFT MENGGUNAKAN AUTOGRAW PADA PT KEBUN SAYUR INDONESIA

Thumbnail
View/Open
1 TA Akbar Cover.pdf (244.9Kb)
2 TA Akbar Abstrak.pdf (41.87Kb)
3 TA Akbar Daftar Isi.pdf (57.62Kb)
4 TA Akbar Bab I.pdf (52.49Kb)
5 TA Akbar Bab II.pdf (228.4Kb)
6 TA Akbar Bab III - V.pdf (1.206Mb)
7 TA Akbar VI.pdf (38.18Kb)
8 TA Akbar Daftar Pustaka.pdf (131.8Kb)
9 TA Akbar Lampiran.pdf (128.0Kb)
Date
2024-10-25
Author
Zulaimy, Ahmad Akbar
Metadata
Show full item record
Abstract
Hidroponik semakin populer karena efisiensi air dan ruang serta hasil panen yang lebih cepat. PT Kebun Sayur Indonesia, melalui Kebun Green Feast di Kabupaten Karo, telah menerapkan budidaya hidroponik sejak 2019, menggunakan sistem rakit apung dan mulai menerapkan sistem NFT pada 2023. Kebun Green Feast memanfaatkan teknologi autogrow untuk mengatur kondisi tumbuh tanaman selada iceberg dalam sistem NFT. Meskipun selada iceberg telah diproduksi selama setahun, belum ada analisis tentang produktivitas dan kelayakan bisnisnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis produktivitas selada iceberg melalui uji F-test dan uji Z-test, serta kelayakan bisnis melalui hasil R/C Ratio. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2023 sampai September 2024 di Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Sampel tanaman dipilih dengan metode random sampling menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel sebanyak 198 tanaman per instalasi atau 594 tanaman pada 3 instalasi. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas selada iceberg pada 3 ulangan populasi sebesar 4,03 dan juga pada skala industri sebesar 4,03. Hal ini dikarenakan penggunaan autogrow dapat menjadi penyebab keselarasan total produksi per instalasi. Berdasarkan hasil analisis kelayakan bisnis pada skala industri dengan asumsi 16 instalasi dalam 1 greenhouse menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 2,38. Meskipun sampel dari 3 ulangan menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,34 hal ini masih dikatakan layak. Sehingga untuk meningkatkan produksi khususnya selada iceberg NFT, PT Kebun Sayur Indonesia dapat tetap mempertahankan SOP yang telah diberlakukan pada saat ini.
URI
http://localhost:8080//handle/123456789/939
Collections
  • SP - Agribusiness

WBI Repository copyright © 2021 
Contact Us | Send Feedback

Atmire NV
 

 

Browse

All of WBI RepositoryArsip & KoleksiBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

My Account

LoginRegister

WBI Repository copyright © 2021 
Contact Us | Send Feedback

Atmire NV