• Bahasa Indonesia
    • English
  • English 
    • Bahasa Indonesia
    • English
  • Login
View Item 
  •   Home
  • Student Papers (SP)
  • SP - Program Studi Agribisnis Hortikultura
  • SP - Agribusiness
  • View Item
  •   Home
  • Student Papers (SP)
  • SP - Program Studi Agribisnis Hortikultura
  • SP - Agribusiness
  • View Item
JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

RENCANA PEMASARAN BIBIT MAMEY SAPOTE (POUTERIA SAPOTE) DI DESA WISATA JAMBU, KEDIRI

Thumbnail
View/Open
1. COVER.pdf (590.1Kb)
3. ABSTRAK.pdf (28.14Kb)
2. DAFTAR ISI.pdf (905.3Kb)
4. BAB I.pdf (82.19Kb)
5. BAB II.pdf (1.393Mb)
6. BAB III-V.pdf (2.253Mb)
7. BAB VI.pdf (33.84Kb)
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf (50.12Kb)
9. LAMPIRAN.pdf (6.320Mb)
Date
2025-08-13
Author
Marbun, Silvia Alysia
Metadata
Show full item record
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penjualan bibit Mamey Sapote yang tidak mencapai target. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui segmentasi pasar yang relevan terhadap keputusan pembelian bibit Mamey Sapote, (2) mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap memilih bibit Mamey Sapote, (3) mengetahui rencana pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan bibit Mamey Sapote. responden dipilih menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah responden sebanyak 67 orang. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan segmentasi pasar bibit Mamey sapote sebagian besar tinggal di Jawa Timur, berjenis kelamin laki-laki, berumur 18-27 tahun dan umur 43 tahun keatas, dengan latar belakang Pendidikan Sarjana dan SMA, bekerja sebagai Wiraswasta, PNS, dan Swasta, memiliki pendapat Rp2.000.000 – Rp9.000.000, mayoritas memiliki gaya hidup yang mengutamakan pengetahuan tentang informasi bibit seperti varietas dan harga sebelum melakukan pembelian. Motivasi utama konsumen melakukan pembelian bibit adalah hobi, memiliki kesukaan berbelanja bibit secara offline, dan memiliki frekuensi pembelian berulang. Preferensi konsumen terhadap memilih bibit mamey sapote, menunjukkan bahwa kualitas bibit sangat berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Konsumen cenderung memilih bibit dengan ukuran besar, potensi berbuah baik, dan kondisi segar, serta varietas yang beragam dan bersertifikat. Harga Rp350.000 dianggap terjangkau dan sesuai dengan daya beli konsumen. Media sosial, terutama Tik Tok dan YouTube, berfungsi sebagai sumber utama informasi, dengan konten promosi edukatif tentang penanaman dan perawatan bibit yang paling diminati. Calon konsumen yang belum pernah membeli lebih memperhatikan atribut kualitas seperti jumlah daun, kesegaran, potensi berbuah, ukuran bibit, varietas, dan harga. Secara keseluruhan, media sosial memainkan peran penting dalam membentuk keputusan pembelian melalui informasi yang relevan dan mudah diakses.
URI
http://localhost:8080//handle/123456789/936
Collections
  • SP - Agribusiness

WBI Repository copyright © 2021 
Contact Us | Send Feedback

Atmire NV
 

 

Browse

All of WBI RepositoryArsip & KoleksiBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

My Account

LoginRegister

WBI Repository copyright © 2021 
Contact Us | Send Feedback

Atmire NV