PENGARUH BRAND AMBASSADOR DAN SOCIAL MEDIA MARKETING TIKTOK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELITIAN SCARLETT WHITENING DI JALAN PANCING MEDAN
Abstract
Perkembangan industri saat ini mengalami peningkatan yang mengindikasikan bertambahnya jumlah perusahaan yang bergerak di bidang ini. Salah satu merek yang menunjukkan perkembangan pesat adalah Scarlett Whitening, yang secara optimal memanfaatkan peran brand ambassador serta strategi pemasaran melalui media sosial, khususnya platform Tiktok, guna menarik perhatian konsumen. Penelitian ini mengambil populasi konsumen Scarlett Whitening yang berdomisili di sekitar Jalan Pancing, Medan. Sampel yang melibatkan 140 responden, ditentukan dengan pendekatan rumus Hair et al. (20 (2020). Teknik analisis data melibatkan sejumlah uji statistik, seperti uji valditas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi lineaar berganda, uji F, uji t, dan koefisien determinasi (R³), yang seluruhnya diolah menggunakan program SPSS versi 20. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Hasil uji t memperlihatkan Variabel brand ambassador menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,073, yang lebih tinggi dibandingkan t tabel sebesar 1,977, dengan tingkat signifikansi 0,040 (p <0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa brand ambassador memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sementara itu, variabel pemasaran media sosial TikTok memiliki nilai t hitung sebesar 7,945, yang juga melebihi t tabel, dengan nilai signifikansi 0,000, sehingga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan. Selain itu, hasil uji F memperlihatkan nilai F hitung sebesar 197,438, lebih besar dari F tabel yang sebesar 3,91, sehingga hipotesis nol (H₂) ditolak dan hipotesis alternatif (H₂) diterima. Dengan demikian, secara bersama-sama variabel brand ambassador (X,) dan pemasaran media sosial TikTok (X2) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (Y) produk Scarlett Whitening di wilayah Jalan Pancing. Medan.