PENERAPAN BREAK-EVEN POIN DALAM PERENCANAAN LABA PADA UD. PEMBIBITAN J366 DI TANAH KARO
Abstract
Pertanian merupakan bagian vital dari ekonomi yang dapat memberikan sumbangan yang besar terhadap ketahanan pangan dan kesempatan kerja. Di antara berbagal tipe usaha di bidang pertanian, pembibitan sayuran menunjukkan peluang yang besar, terutama di Kawasan subur seperti Tanah Karo. UD. Pembibitan Sayuran J366 di Tanah Karo adalah salah satu bisnis yang berfokus pada penyediaan bibit sayuran berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penghitungan Break-Even Point (BEP), target laba, serta biaya depresiasi aset tetap di UD. Pembibitan J366, sebuah usaha pernbibitan sayuran di Tanah Karo. Dalam penghitungan BEP, digunakan informasi tentang biaya tetap dan variabel untuk menetapkan titik impas yang diperlukan untuk mencapai keseimbangan antara biaya dan pendapatan. Perhitungan Break-Even Point dalam unit maupun dalam jumlah uang menunjukkan jumlah minimum produksi dan penjualan yang harus dicapai agar pemilik usaha tidak mengalami kerugian Selain itu, perhitungan target keuntungan dilakukan untuk mengetahui jumlah penjualan yang diperlukan untuk mencapai laba yang ingin diraih oleh UD. Pembibitan J366. Tabel depresiasi aset tetap digunakan untuk menentukan biaya depresiasi yang menjadi bagian dari biaya tetap dalam proses produksi. Depresiasi aset tetap seperti Greenhouse dan alat pertanian dapat diukur dengan metode garis lurus, yang akan digunakan untuk perencanaan penggantian aset dan pengelolaan biaya. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa dengan mengetahui BEP pada cabai sebanyak 9.818 (unit) dan Rp 16.198. 908 (Rupiah), untuk tomat sebesar 9.538 (unit) dan Rp 16.213.995 (Rupiah), serta terong sebanyak 10.223 (unit) dan Rp 16.356.982 (Rupiah), dan target laba bibit petani selama enam bulan sebesar Rp 44 400.000 per jenis jenis bibit, serta mempertimbangkan biaya depresiasi aset tetap UD. Pembibitan J366 dapat merencanakan strategi produksinya.