ANALISIS DAMPAK INTENSITAS ASET BIOLOGIS DAN PENGUNGKAPAN ASET BIOLOGIS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN AGRIKULTUR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh intensitas aset biologis terhadap kualitas pengungkapan aset biologis dan kinerja keuangan, serta peran kualitas pengungkapan sebagai mediator dalam hubungan tersebut pada perusahaan agrikultur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan data sekunder dari laporan keuangan dan laporan tahunan 21 perusahaan yang dipilih secara purposive sampling selama periode 2021–2025, sehingga diperoleh 105 observasi perusahaan-tahun (panel strongly balanced). Intensitas aset biologis diukur dengan
rasio aset biologis terhadap total aset. Kualitas pengungkapan diukur melalui content analysis dengan checklist 14 item PSAK 241 berskala 0, 1, dan 2. Kinerja keuangan diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Analisis dilakukan dengan regresi data panel menggunakan STATA 19. Model utama yang terpilih adalah Random Effects Model dengan cluster-robust standard error, dilengkapi uji mediasi bootstrap persentil 95% dan uji sensitivitas leave-one-company-out. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas aset biologis tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas pengungkapan (koefisien −0,2069; p = 0,747). Kualitas pengungkapan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (koefisien +0,0466; p = 0,280). Intensitas aset biologis juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (koefisien −0,1827; p = 0,419). Kualitas pengungkapan tidak terbukti
memediasi hubungan intensitas aset biologis dan kinerja keuangan (efek tidak langsung −0,009645; CI 95% [−0,099863; 0,070545]). Dengan demikian, seluruh hipotesis tidak memperoleh dukungan statistik. Temuan ini mencerminkan keterbatasan bukti pada sampel dan periode yang diteliti, bukan bukti bahwa hubungan tersebut tidak ada