• Bahasa Indonesia
    • English
  • English 
    • Bahasa Indonesia
    • English
  • Login
View Item 
  •   Home
  • Student Papers (SP)
  • SP - Program Studi Akuntansi Perpajakan
  • SP - 7 Accounting for spesific phases of business activity
  • View Item
  •   Home
  • Student Papers (SP)
  • SP - Program Studi Akuntansi Perpajakan
  • SP - 7 Accounting for spesific phases of business activity
  • View Item
JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

Analisis Dampak Research & Development Dan Inovasi Terhadap Financial Distress Perusahaan Terbuka Di Bursa Efek Indonesia

Thumbnail
View/Open
Cover.pdf (516.0Kb)
ABSTRAK.pdf (11.65Kb)
DAFTAR ISI.pdf (11.79Kb)
BAB I.pdf (10.48Kb)
BAB II.pdf (44.66Kb)
BAB III-V.pdf (604.8Kb)
BAB VI.pdf (123.7Kb)
DAFTAR PUSTAKA.pdf (108.6Kb)
LAMPIRAN.pdf (579.8Kb)
Date
2026-03-27
Author
Klakik, Josefhine Floristy Ss
Metadata
Show full item record
Abstract
Inovasi telah menjadi pilar fundamental bagi keberlanjutan perusahaan di tengah dinamika ekonomi global, namun investasi pada Research & Development (R&D) juga menyimpan paradoks risiko keuangan karena sifatnya yang berjangka panjang dan penuh ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak intensitas R&D dan output inovasi (paten) terhadap probabilitas financial distress pada perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi logistik biner. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari laporan tahunan perusahaan manufaktur dan sektor terkait periode 2018-2024 yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Variabel independen utama mencakup biaya R&D dan jumlah paten, sedangkan variabel dependen adalah status financial distress yang diklasifikasikan menjadi kelompok Sukses (Turnaround), Gagal (Failure), dan Abu-abu (Gray Area). Hasil penelitian mengklasifikasikan objek penelitian ke dalam tiga kategori: Sukses/Turnaround (2 emiten), Gagal (8 emiten), dan Abu-abu/Gray Area (30 emiten). Temuan kunci menunjukkan adanya kesenjangan data yang signifikan; hanya segelintir perusahaan (seperti GOOD, KINO, dan AISA) yang secara transparan melaporkan data inovasi. Perusahaan dalam kelompok "Sukses" mampu mengintegrasikan inovasi ke dalam strategi manajemen akuntansi untuk mencapai resiliensi. Sebaliknya, inovasi diidentifikasi sebagai "obat berdurasi panjang" yang membutuhkan waktu (lagging time) sebelum mampu memperbaiki kinerja profitabilitas secara signifikan. Transparansi R&D dan paten merupakan sinyal strategis bagi investor untuk menilai kapabilitas dinamis perusahaan dalam menghadapi krisis. Rendahnya pelaporan aset intelektual di BEI menunjukkan bahwa mayoritas emiten belum menjadikan inovasi sebagai instrumen utama manajemen krisis. Penelitian ini menyarankan perlunya standarisasi kewajiban pelaporan aset intelektual oleh regulator untuk meningkatkan transparansi pasar.
URI
http://localhost:8080//handle/123456789/1066
Collections
  • SP - 7 Accounting for spesific phases of business activity

WBI Repository copyright © 2021 
Contact Us | Send Feedback

Atmire NV
 

 

Browse

All of WBI RepositoryArsip & KoleksiBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

My Account

LoginRegister

WBI Repository copyright © 2021 
Contact Us | Send Feedback

Atmire NV