Deteksi Pengukuran Financial distress Model Altman Z-Score, Zmijewski, Dan Ohlson Analisis Deskriptif Eksploratif Komparatif Perusahaan Terbuka Sektor Manufaktur Di Indonesia Tahun 2020-2025
Abstract
Financial distress merupakan kondisi tekanan keuangan yang dapat memengaruhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban dan mempertahankan keberlangsungan usahanya. Identifikasi secara dini penting untuk memberikan informasi bagi perusahaan, investor, kreditor, dan pihak berkepentingan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kemampuan model Altman Z-Score, Zmijewski, dan Ohlson O Score dalam memprediksi financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2025. Penelitian ini menggunakan endekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel terdiri atas 254 perusahaan dengan 1.524 observasi perusahaan-tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Kondisi aktual financial distress ditentukan melalui dua pendekatan, yaitu Actual 1 berdasarkan kegagalan bayar, ekuitas negatif, EBIT negatif, arus kas negatif, dan modal kerja negatif, serta Actual 2 berdasarkan kerugian selama dua tahun berturut-turut. Kinerja model dievaluasi menggunakan confusion matrix melalui accuracy, sensitivity, specificity, precision, dan F1-score, serta analisis ROC-AUC. Berdasarkan Actual 1, sebanyak 936 observasi (61,42%) diklasifikasikan mengalami financial distress. Model Altman menunjukkan kinerja paling seimbang dengan accuracy 78,15%, sensitivity 78,42%, specificity 77,72%, precision 84,86%, dan F1-score 81,51%. Pada Actual 2, Zmijewski memiliki accuracy tertinggi sebesar 87,17%, sedangkan Altman memiliki sensitivity tertinggi sebesar 87,10%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kinerja model berbeda berdasarkan pendekatan penentuan kondisi aktual financial distress