Perlihatkan publikasi sederhana
Analisis Hubungan Kualitas Pengungkapan Keberlanjutan Dengan Kondisi Kesehatan Keuangan Perusahaan–Studi Eksploratif Pada Perusahaan Publik Sektor Manufaktur Di Indonesia Tahun 2020–2025
| dc.contributor.author | Sitohang, Kesia | |
| dc.date.accessioned | 2026-10-09T08:15:07Z | |
| dc.date.available | 2026-10-09T08:15:07Z | |
| dc.date.issued | 2026-09-29 | |
| dc.identifier.uri | https://repositori.wbi.ac.id//handle/123456789/1043 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kualitas pengungkapan keberlanjutan dan kondisi kesehatan keuangan perusahaan, menganalisis perbedaan pengungkapan keberlanjutan berdasarkan status keuangan, serta mengeksplorasi pola pengungkapan pada perusahaan dengan trajektori keuangan yang berbeda. Penelitian menggunakan data perusahaan publik sektor manufaktur di Indonesia selama periode 2020–2025. Kondisi kesehatan keuangan diukur menggunakan Altman Z-Score, sedangkan pengungkapan keberlanjutan diukur berdasarkan indeks GRI dan POJK. Analisis dilakukan secara deskriptif dan nonparametrik melalui korelasi Spearman, Kruskal-Wallis, serta analisis perubahan pengungkapan berdasarkan selama tahun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan manufaktur cenderung membaik pada akhir periode, dengan jumlah perusahaan sehat meningkat dari 14 perusahaan pada 2020 menjadi 18 perusahaan pada 2025, sedangkan perusahaan dalam kondisi distress menurun dari 14 menjadi 7 perusahaan. Meskipun pengungkapan GRI dan POJK secara umum meningkat, tidak ditemukan hubungan yang signifikan dan konsisten antara tingkat maupun perubahan pengungkapan keberlanjutan dengan kondisi kesehatan keuangan. Tidak terdapat pula perbedaan signifikan pengungkapan antara perusahaan sakit, area abu-abu, dan sehat. Analisis selama tahun pengamatan menunjukkan bahwa peningkatan pengungkapan juga terjadi pada perusahaan yang tetap berisiko. Identifikasi item menunjukkan adanya beberapa item yang lebih sering muncul pada perusahaan sehat stabil maupun perusahaan yang mengalami pemulihan, tetapi pola tersebut belum menunjukkan hubungan kausal dengan kesehatan keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengungkapan keberlanjutan belum dapat digunakan sebagai indikator tunggal untuk mendeteksi kondisi kesehatan keuangan, tetapi dapat menjadi informasi pelengkap dalam memahami pola risiko dan perubahan kondisi perusahaan | en_US |
| dc.publisher | PSAP | en_US |
| dc.subject | pengungkapan keberlanjutan | en_US |
| dc.subject | GRI | en_US |
| dc.subject | POJK | en_US |
| dc.subject | financial distress | en_US |
| dc.subject | Altman Z Score | en_US |
| dc.subject | financial trajectory | en_US |
| dc.title | Analisis Hubungan Kualitas Pengungkapan Keberlanjutan Dengan Kondisi Kesehatan Keuangan Perusahaan–Studi Eksploratif Pada Perusahaan Publik Sektor Manufaktur Di Indonesia Tahun 2020–2025 | en_US |
| dc.type | Working Paper | en_US |
Files in this item
Publikasi ini ada di koleksi berikut
-
SP - 7 Accounting for spesific phases of business activity
Current and fixed assets, current and fixed liabilities, payroll and capital accounting