| dc.description.abstract | Brand adalah identitas atau tanda pengenal bagi sebuah destinasi. Desa Meat berusaha untuk menciptakan sebuah strategi brand dalam bentuk nama, logo dan tagline bagi destinasi wisata Meat. Mengingat masyarakat desa tidak mengetahui
ataupun mengenal brand destinasi wisata mereka, minimnya penggunaan secara administratif dan brand tersebut tidak memiliki makna yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tahapan strategi destination branding yang dilakukan destinasi wisata Meat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara focus group disccusion (FGD), wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian destinasi wisata Meat yaitu melakukan lima tahapan strategi destination branding dalam merancang brand destinasi yaitu pemetaan potensi wisata berdasarkan daya tarik yang dimiliki oleh Desa Meat yaitu atraksi wisata, aksesbilitas, amenitas sebagai upaya menyusun dan memilih komponen brand. Pengembangan brand berdasarkan identitas Desa Meat yaitu alam, budaya serta aktivitas Desa Meat untuk membentuk citra serta mampu mencerminkan jati diri dari sebuah destinasi, konsep launching brand Desa Meat dengan menjalin kerjasama bersama masyarakat, Rumah Karya Indonesia dan event. Tidak hanya itu, adapun proses dalam memperkenalkan brand kepada masyarakat melalui tiga cara yakni sosialisasi, rapat, door to door, sosial media seperti grup whatsapp masyarakat, Implementasi brand pada pelaksanaan event, sosial media, pamflet/spanduk, serta souvenir seperti kaos, stiker dan lainnya. Strategi branding yang telah diterapkan destinasi wisata Meat yaitu penggunaan brand pada setiap
promosi melalui sosial media Desa Meat, menciptakan konten-konten lebih kreatif dan menarik seputar brand Desa Meat serta memantau dan mengevaluasi agar membentuk dan mengangkat citra serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Sehingga perlu adanya strategi destination branding destinasi wisata Meat. | en_US |