Analisis Efisiensi Biaya Produksi Pada Kerupuk Ikan (Studi Kasus UMKM Seven Island).
Abstract
UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional karena mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, di tengah meningkatnya persaingan antar produk sejenis, pelaku usaha dituntut untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing agar dapat bertahan. UMKM Seven Islands, yang bergerak di bidang pengolahan kerupuk ikan, mengalami fluktuasi penjualan dan penurunan produksi dari tahun 2023 ke 2024. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya
inefisiensi teknis dalam proses produksi, di mana penggunaan input bahan baku tidak selalu berbanding lurus dengan output yang dihasilkan. Untuk mengukur dan menganalisis tingkat efisiensi produksi, penelitian ini menggunakan metode Stochastic
Frontier Analysis (SFA) dengan fungsi produksi Cobb–Douglas melalui variabel utama bahan baku ikan, tepung, minyak, serta variabel inefisiensi berupa usia usaha dan jumlah tenaga kerja. Hasil estimasi software menunjukkan bahwa nilai technical efficiency (TE) rata-rata sebesar 0,839 yang berarti UMKM Seven Islands telah beroperasi pada tingkat efisiensi sekitar 83,9% dari potensi maksimum. Sementara itu, nilai gamma sebesar 0,981 mengindikasikan bahwa sekitar 98,1% variasi output disebabkan oleh faktor
inefisiensi, bukan hanya disebabkan oleh kesalahan acak. Hasil analisis efisiensi teknis kemudian menjadi dasar dalam perancangan Business Model Canvas (BMC) yang menggambarkan sembilan elemen model bisnis UMKM. Integrasi antara hasil SFA dan BMC menghasilkan rancangan saran pengembangan yang berorientasi pada efisiensi biaya dan peningkatan daya saing, khususnya melalui optimalisasi penggunaan sumber daya, pengendalian biaya produksi, dan penguatan hubungan kemitraan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar strategis bagi UMKM Seven Islands dalam meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usahanya di masa mendatang.