• Bahasa Indonesia
    • English
  • Bahasa Indonesia 
    • Bahasa Indonesia
    • English
  • Masuk
Lihat Publikasi 
  •   Beranda
  • Student Papers (SP)
  • SP - Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional
  • SP - 1 Organization and Finance
  • Lihat Publikasi
  •   Beranda
  • Student Papers (SP)
  • SP - Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional
  • SP - 1 Organization and Finance
  • Lihat Publikasi
JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

Analisis Efisiensi Biaya Produksi Pada Kerupuk Ikan (Studi Kasus UMKM Seven Island).

Thumbnail
View/Open
COVER (464.7Kb)
ABSTRAK (192.1Kb)
DAFTAR ISI (252.8Kb)
BAB I (212.0Kb)
BAB II (442.2Kb)
BAB III-V (826.0Kb)
BAB VI (217.3Kb)
DAFTAR PUSTAKA (178.4Kb)
LAMPIRAN (1.022Mb)
Date
2026-05-06
Author
MARK., RICHARD
Metadata
Perlihat publikasi penuh
Abstract
UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional karena mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, di tengah meningkatnya persaingan antar produk sejenis, pelaku usaha dituntut untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing agar dapat bertahan. UMKM Seven Islands, yang bergerak di bidang pengolahan kerupuk ikan, mengalami fluktuasi penjualan dan penurunan produksi dari tahun 2023 ke 2024. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya inefisiensi teknis dalam proses produksi, di mana penggunaan input bahan baku tidak selalu berbanding lurus dengan output yang dihasilkan. Untuk mengukur dan menganalisis tingkat efisiensi produksi, penelitian ini menggunakan metode Stochastic Frontier Analysis (SFA) dengan fungsi produksi Cobb–Douglas melalui variabel utama bahan baku ikan, tepung, minyak, serta variabel inefisiensi berupa usia usaha dan jumlah tenaga kerja. Hasil estimasi software menunjukkan bahwa nilai technical efficiency (TE) rata-rata sebesar 0,839 yang berarti UMKM Seven Islands telah beroperasi pada tingkat efisiensi sekitar 83,9% dari potensi maksimum. Sementara itu, nilai gamma sebesar 0,981 mengindikasikan bahwa sekitar 98,1% variasi output disebabkan oleh faktor inefisiensi, bukan hanya disebabkan oleh kesalahan acak. Hasil analisis efisiensi teknis kemudian menjadi dasar dalam perancangan Business Model Canvas (BMC) yang menggambarkan sembilan elemen model bisnis UMKM. Integrasi antara hasil SFA dan BMC menghasilkan rancangan saran pengembangan yang berorientasi pada efisiensi biaya dan peningkatan daya saing, khususnya melalui optimalisasi penggunaan sumber daya, pengendalian biaya produksi, dan penguatan hubungan kemitraan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar strategis bagi UMKM Seven Islands dalam meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usahanya di masa mendatang.
URI
http://localhost:8080//handle/123456789/1020
Koleksi
  • SP - 1 Organization and Finance

WBI Repository copyright © 2021 
Contact Us | Send Feedback

Atmire NV
 

 

Lihat

Semua PublikasiArsip & KoleksiTanggal terbitPengarangJudulSubjekKoleksi iniTanggal terbitPengarangJudulSubjek

Akunku

MasukDaftar

WBI Repository copyright © 2021 
Contact Us | Send Feedback

Atmire NV