| dc.description.abstract | Taman Socfindo Conservation (TSC) ditetapkan sebagai dan agrowisata berbasis tanaman obat di Sumatera Utara yang berdiri sejak tahun 2019. Taman ini Pengembangan Taman Socfindo Conservation terus dilakukan oleh pihak pengelola, selain lokasi eduwisata yang sudah tertata baik. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengetahui adanya peluang pasar TSC pada Sekolah Menengah Pertama di daerah sekitar Kota Medan; Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai, serta Kota Tebing Tinggi, (ii) mengetahui preferensi kegiatan wisata edukasi dan bentuk produk atau paket eduwisata yang sesuai untuk siswa/i SMP agar mereka mau memilih TSC sebagai salah satu destinasi wisata sekolah, (iii) memformulasikan kembali produk eduwisata bagi siswa/i SMP sesuai dengan preferensi mereka agar mereka mau memilih TSC sebagai salah satu destinasi eduwisata sekolah mereka. Hasil penelitan menunjukkan bahwa terdapat peluang pasar yang besar sekali untuk pengunjung siswa di TSC, karena terdapat 877 buah SMP di 4 daerah kabupaten/kota sekitar lokasi TSC dan hampir 89% sekolah memiliki program eduwisata. Di sisi lain hanya 12% sekolah yang pernah melakukan kunjungan ke TSC. Hasil penelitan ini juga menghasilkan gagasan bahwa produk paket eduwisata di TSC dirancang sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Biaya menjadi faktor pertimbangan utama dalam penetapan paket eduwisata, selain jenis kegiatan dan durasi waktu kunjungan. Peneliti telah mendesain 2 jenis paket eduwisata dengan kegiatan yang diminati oleh responden sesuai dengan studi preferensi yang dilakukan dan dengan biaya Rp
10.000 dan Rp 15.000 per pengunjung | en_US |