Perlihatkan publikasi sederhana

dc.contributor.authorPadang, Ringgo Januard
dc.date.accessioned2026-02-04T03:47:56Z
dc.date.available2026-02-04T03:47:56Z
dc.date.issued2025-03-13
dc.identifier.urihttp://localhost:8080//handle/123456789/948
dc.description.abstractKajian ini difokuskan pada analisis produksi cabai merah dalam kegiatan usaha tani. Cabai merah dikenal sebagai salah satu komoditas hortikultura bernilai tinggi, dengan permintaan yang terus meningkat seiring perkembangan populasi serta kebutuhan yang beragam, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun industry. Namun, produksi cabai merah masih faktor musim memberikan pengaruh besar terhadap hasil, sehingga terjadi fluktuasi harga yang akhimya memengaruhi penghasilan petani. Data produktivitas di Sumatera Utara menunjukkan tren peningkatan dari 2010-2021 dengan rata-rata 2,94 ton/hektar, di mana sentra produksi terbesar terdapat di Kabupaten Simalungun, Karo, Dairi, dan Batubara, yang menyumbang lebih dari 80% produksi. Kabupaten Pakpak Bharat juga menunjukkan perkembangan signifikan dengan lonjakan produksi dari 75 ton pada 2020 menjadi 811 ton pada 2023. Dengan demikian, cabal merah memiliki permintaan yang tinggi, baik di pasar lokal maupun internasional, menuntut adanya strategi pengelolaan produksi serta harga untuk menciptakan stabilitas.en_US
dc.subjectCabai Merahen_US
dc.subjectHortikulturaen_US
dc.subjectProduktivitasen_US
dc.subjectFluktuasi Hargaen_US
dc.subjectLuas Lahanen_US
dc.subjectcapsicum annum Len_US
dc.subjectpakpak bharaten_US
dc.titleKINERJA EKONOMI USAHA TANI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L) DI KECAMATAN TINADA KABUPATEN PAKPAK BHARATen_US
dc.typeWorking Paperen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

Publikasi ini ada di koleksi berikut

Perlihatkan publikasi sederhana