ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN BUDIDAYA TOMAT PETANI PT TRI BERKAT AGRO DENGAN PETANI LOKAL DI DESA AJIJAHE KECAMATAN TIGAPANAH KABUPATEN KARO
Abstract
Tomat merupakan tanaman sayuran buah yang tergolong ke dalam tanaman setahun, berbentuk perdu yang sangat digemari dan mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi. Salah satu sektor pertanian yang layak untuk dikembangkan adalah tanaman tomat, karena merupakan sayuran penting di Indonesia, bahkan tomat menjadi sumber mata pencaharian bagi beberapa penduduk lewat usahatani yang ditekuni dengan menjadikan tomat sebagai tanaman yang dibudidayakan. PT Tri Berkat Agro merupakan perusahaan yang bergerak di bidang hortikultura yang mempunyai cara budidaya yang baik, obatobatan dan penyuluhan khusus serta menyediakan berbagai macam jenis benih hibrida unggul dan berkualitas seperti: cabe, terong, sawi, kubis, dan brokoli. Salah satu produk yang dibudidayakan oleh PT Tri Berkat Agro adalah tanaman tomat yang berada di Desa Ajijahe kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo. Perusahaan ini tidak mempunyai test farm sendiri di Kabupaten Karo untuk membudidayakan benih tomat Variasi Kani F1 yang mereka produksi bahwasanya benih ini unggul dan berkualitas. Maka perusahaan ini mengintroduksikan produknya dengan cara membuat Demplot di beberapa lahan petani. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perbandingan Teknik budidaya tomat dan pendapatan petani PT Tri Berkat Agro dengan petani tomat lokal. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan Agustus sampai bulan Desember 2022 di Desa Ajijahe Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda Independent T-test menggunakan microsoft excel untuk menentukan ada tidaknya perbedaan rata-rata dua sampel bebas. Dalam budidaya tomat yang dilakukan oleh petani binaan PT Tri Berkat Agro dan petani konvensional, menggunakan jenis peralatan yang hampir sama. Jenis peralatan yang digunakan petani TBA adalah seperti cangkul, mesin pompa air, drum plastik, ember, parang, tiang ajir, sorong Artco dan selang. Sementara, untuk petani konvensional jenis peralatan yang digunakan adalah seperti cangkul, pompa elektrik, gunting, ember, parang, kaleng susu bekas dan tiang ajir. Perbedaan konkret yang dapat dilihat dari penggunaan alat pada kedua sistem adalah terdapat pada penggunaan mesin pompa dan pompa elektrik. Dari kedua sistem budidaya Petani binaan PT TBA dan petani konvensional memiliki total biaya yang berbeda yaitu biaya Petani PT TBA lebih besar dibanding petani konvensional. Hal ini disebabkan karena jenis peralatan yang digunakan oleh petani PT TBA lebih banyak dan harganya lebih mahal. Perbedaan jenis alat yang digunakan dalam budidaya tentu akan mempengaruhi biaya usahatani dalam budidaya tomat, namun juga terdapat perbedaan efisiensi dari sistem budidaya. Maka dengan nilai pendapatan yang sudah diketahui, usahatani tanaman tomat petani binaan PT TBA lebih layak untuk dijalankan.