| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi penjualan bibit alpukat varietas AJS yang terjadi selama 6 bulan. Fluktuasi dapat disebabkan kurang optimal dalam mengidentifikasi dan menjangkau target konsumen yang tepat, serta menunjukkan potensi masalah dalam bauran pemasaran yang diterapkan, mulai dari kualitas produk hingga strategi harga, yang digunakan untuk mendorong permintaan bibit Alpukat AJS. Penelitian ini bertujuan mengetahui segmentasi konsumen di Kebun Bibit Kediri dan mengetahui preferensi konsumen Kebun Bibit Kediri atas bauran produk dan harga. Responden dipilih dengan Teknik quota sampling. Jumlah sampel responden adalah 51 orang. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan segmentasi konsumen Kebun Bibit Kediri, mayoritas konsumen berasal dari Jawa Timur, diikuti oleh Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Dari aspek demografi, konsumen didominasi oleh perempuan dengan usia rata-rata 36 tahun dan rentang usia antara 20 hingga 51 tahun. Tingkat pendidikan konsumen berkisar dari menengah atas (SMA) hingga tinggi (S2). Secara profesional, konsumen mayoritas adalah wiraswasta dan pekerja swasta, dengan kisaran pendapatan bulanan menengah hingga tinggi, yaitu antara Rp2.000.000 hingga di atas Rp10.000.000. Frekuensi pembelian bibit menunjukkan tingkat loyalitas yang tinggi, dengan 96% konsumen berpotensi menjadi pelanggan tetap. Tujuan pembelian bibit alpukat terutama untuk budidaya skala kebun dan tanaman pekarangan. Sebelum melakukan pembelian, konsumen cenderung mencari informasi terkait varietas bibit dan harga, dengan faktor utama yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah varietas bibit serta contoh buah yang dihasilkan. Informasi tersebut sebagian besar diperoleh melalui platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Selain itu, konsumen lebih memilih berbelanja melalui platform daring seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan WhatsApp untuk memperoleh bibit. Sedangkan untuk bauran pemasaran, kualitas produk menjadi faktor utama yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Atribut kualitas bibit yang paling menonjol adalah kesegaran bibit dan potensi berbuah, yang juga menjadi aspek paling disukai oleh konsumen yang telah melakukan pembelian, sehingga menghasilkan tingkat kepuasan yang tinggi. Selain itu, sertifikasi bibit dan varietas bibit merupakan faktor penting lainnya yang mempengaruhi preferensi konsumen. Dari segi penetapan harga, konsumen bersedia membayar rata-rata maksimum sebesar Rp57.000 per polybag untuk bibit alpukat AJS dengan spesifikasi tinggi 50 cm, umur 6–7 bulan, dan ukuran polybag 25x30 cm. Namun, untuk mengoptimalkan pendapatan, harga maksimum yang direkomendasikan adalah Rp50.000 per polybag. | en_US |