STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN BENIH TIMUN LOKAL CV DJIMAT SEED DI DAERAH ACEH
Abstract
Seiring semakin meningkatnya jumlah produksi timun di daerah Aceh, maka semakin banyak perusahaan yang mulai menjual produk benih timun. Salah satunya CV Djimat Seed yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang menjual produk-produk benih tanaman hortikultura, termasuk benih timun lokal. CV Djimat Seed memiliki permasalahan pada volume penjualan benih timun lokal yang ingin ditingkatkan karena target penjualan yang belum tercapai. Kajian penelitian ini dilakukan untuk memperoleh strategi pemasaran benih timun lokal CV Djimat Seed di daerah Aceh Kajian penelitian mencakup potensi pasar, menyusun strategi pemasaran dan promosi untuk mencapai target penjualan Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan SWOT analisis. Data yang digunakan merupakan jawaban dari kuesioner yang disebar kepada petani secara langsung Total responden yang didapatkan sebanyak 15 orang petani pada 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Nagan Raya, Aceh Utara. Aceh Besar dan Aceh Bireun, serta dari 5 responden pernilik toko agen CV Djimat Seed yang dipilih berdasarkan jumlah penjualan paling banyak selama tahun 2023 dengan teknik non-probability sampling, Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pasar benih timun lokal di Aceh cukup besar yakni untuk daerah Kabupaten Aceh Pidie, Aceh Tenggara Aceh Subussalam dan Aceh Tamiang. Hasil analisa SWOT menunjukkan bahwa strategi pemasaran untuk meningkatkan volume penjualan benih timun lokal CV Djimat Seed adalah melakukan promosi perusahaan CV Djimat Seed yang saat ini masih kurang maksimal, yang hanya melakukan program kunjungan pihak sales ke toko agen. Adapun strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh CV Djimat Seed adalah membuat promosi yang lebih intensif dengan cara membuat spanduk, brosur, memberikan sampel benih kepada petani, memberikan atat pertanian membuat program diskon dan memberikan testimoni, membuat percobaan pembandingan (demplot) produk benih, meminta perusahaan prinsipal untuk meningkatkan kualitas produk benih atau mencari produsen benih lain yang lebih baik mutu produknya, membuat sistem penanganan komplain untuk petani dan toko agen dan mengadakan acara farmer meeting dan pemberian bantuan teknis kepada para petani