| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pajak sebagai sumber utama penerimaan negara serta maraknya praktik penghindaran pajak di kalangan perusahaan publik. Sektor basic material dipilih karena bersifat padat modal, memiliki aset tetap besar, dan sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas, yang memberikan peluang luas untuk perencanaan pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan eksplanatori. Data diperoleh dari laporan keuangan perusahaan sektor basic material yang terdaftar di BEI periode 2021-2023. Indikator Effective Tax Rate (ETR) dan Cash Effective Tax Rate (CETR) digunakan untuk mengukur tingkat tax avoidance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian perusahaan menunjukkan Indikasi tax avoidance melalui nilai ETR dan CETR yang lebih rendah dari tanf pajak badan sebesar 22%. Bentuk yang umum dilakukan meliputi pemanfaatan inseritif fiskal, penyusutan dipercepat, penangguhan pajak, serta praktik transfer pricing. Faktor karakteristik sektor dan kebijakan fiskal, khususnya penerapan UU HPP No. 7 Tahun 2021, turut memengaruhi pola tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa praktik fax avoidance di sektor basic material merupakan strategi nyata perusahaan dalam mengelola beban pajak, yang dipengaruhi oleh faktor internal, industri, dan kebijakan pemerintah. | en_US |