| dc.description.abstract | Pada era persalngan blsnls yang semakln ketat, perusahaan di lndustrl makanan, termas~k PT Alamjaya Wirasentosa, menghadapl tantangan untuk mempertahankan profitab1lltas dan mencegah kecurangan dalam penjualan kredit. Salah satu . pe"!'as~lahan. utama adalah kelemahan dalam pengendalian internal, seperti sistem otonsas1 krecht yang ~elum optimal, potensi kecurangan oleh tenaga penjual, dan pencatata~ . akuntans1 yang tidak terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganahs1s kelemahan dalam siklus penjualan kredit dan merancang pengendalian internal yang lebih efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan perlunya perbaikan melalui rotasi tenaga penjual, sistem otorisasi kredit yang lebih ketat dan terkomputerisasi, serta integrasi sistem pencatatan akuntansi. lmplementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecurangan dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa perbaikan perlu dilakukan, antara lain penerapan sistem otorisasi kredit yang lebih terstruktur dan berbasis teknologi, rotasi tenaga penjual secara berkala untu~ mengurangi potensi kecurangan, serta pengintegrasian sistem pencatatan akuntans1 dengan jaringan perusahaan. lmplementasi rekomendasi ini diharapkan tidak. hanya mampu meminimalkan risiko kecurangan, tetapi juga meningkatkan akur~s1 d_ata'. mempercepat proses bisnis, dan mendukung pengambilan keputusan yang leb1h ba~k d1 tingkat manajerial. Dengan pengendalian internal ya~g le~i~ kuat: PT AlamJaya Wirasentosa diharapkan dapat meningkatkan daya samg d1 mdustn makanan dan mencapai tujuan bisnisnya secara berkelanjutan. | en_US |