| dc.description.abstract | Industri manufaktur Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas keuangan akibat fluktuasi harga bahan baku, perubahan permintaan pasar, serta kondisi ekonomi yang tidak pasti. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode forecasting berbasis time series guna meningkatkan akurasi prediksi Return on Equity (ROE) sebagai indikator kinerja keuangan perusahaan manufaktur. Model yang digunakan adalah Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) yang diuji pada data ROE periode 2018–2024 dari 82 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis time series. Hasil peramalan dievaluasi menggunakan metrik akurasi Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan Mean Squared Percentage Error (MSPE). Temuan penelitian menunjukkan bahwa ROE perusahaan manufaktur cenderung fluktuatif, dan model ARIMA mampu menghasilkan peramalan dengan tingkat akurasi yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat akurasi model ARIMA bervariasi, mulai dari kategori sangat baik (MAPE < 10%) hingga rendah (MAPE ≥ 50%). Beberapa perusahaan, seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Sido Muncul Tbk (SIDO), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), memiliki nilai error rendah sehingga hasil peramalannya dapat diandalkan. Sebaliknya, beberapa perusahaan dengan nilai MAPE tinggi menunjukkan ketidakstabilan kinerja historis, sehingga prediksinya perlu diinterpretasikan dengan lebih hati-hati. Temuan ini menunjukkan bahwa model ARIMA dapat menjadi alat yang andal untuk perusahaan dengan pola kinerja stabil, serta memberikan kontribusi akademik melalui penerapan forecasting berbasis data pada analisis kinerja keuangan di sektor manufaktur. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi perusahaan dalam menyusun strategi keuangan, perencanaan ekspansi usaha, serta pengambilan keputusan investasi. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi akademik dalam penerapan metode forecasting untuk analisis kinerja keuangan di sektor manufaktu | en_US |