| dc.description.abstract | Konservatisme akuntansi memiliki peran penting dalam menjaga kehati-hatian dan kendala laporan keuangan perusahaan. Prinsip ini diyakini dapat memengaruhi strategi manajemen pajak, termasuk praktik tax avoidance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konservatisme akuntansi terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2021-2023, serta menilai peran financial distress sebagai variabel moderasi dan memasukkan ukuran perusahaan, leverage, serta return on assets sebagai variabel kontrol. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode archival research. Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang dipublikasikan di situs resmi BEI. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 19 perusahaan dengan total 57 observasi selama tiga tahun pengamatan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservatisme akuntansi tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Selain itu, financial distress tidak terbukti memoderasi hubungan antara konservatisme akuntansi dengan tax avoidance. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur akuntansi perpajakan dan menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dalam meningkatkan transparansi serta akuntabilitas pelaporan keuangan. | en_US |