| dc.description.abstract | Perusahaan kelapa sawit memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, baik dari sisi kontribusi devisa negara maupun penyediaan lapangan kerja. Seiring dengan meningkatnya tuntutan praktik bisnis berkelanjutan, perusahaan ini diwajibkan untuk mengungkapkan laporan keberlanjutan sesuai ketentuan POJK Nomor 51. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pengungkapan sustainability report aspek sosial serta hubungannya dengan kinerja keuangan pada perusahaan kelapa sawit anggota GAPKI periode 2021-2023. Dari total 20 perusahaan yang menerbitkan laporan keberlanjutan, hanya 13 perusahaan yang konsisten menerbitkan selama tiga tahun berturut-turut sehingga dijadikan sebagai sampel penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksploratif. Kinerja keuangan dianalisis melalui rasio Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan telah mencapai tingkat pengungkapan tinggi, bahkan mayoritas mencapai 100% (fully applied) pada tahun 2023.Namun peningkatan pengungkapan tersebut tidak seragam dengan pola kinerja keuangan yang seragam karena rasio-rasio keuangan cenderung berfluktuasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan ataupun pengungkapan aspek sosial dalam laporan keberlanjutan lebih berfungsi untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan citra perusahaan, sedangkan hubungannya dengan kinerja keuangan belum tampak secara langsung. | en_US |