Analisis Deskriptif Eksploratif Tindakan Retrenchment Atas Pemulihan Perusahaan Yang Mengalami Financial Distress Perusahaan Sektor Manufaktur Tahun 2020–2025 Di Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan pola tindakan retrenchment serta menganalisis keterkaitannya dengan corporate turnaround pada perusahaan sektor manufaktur yang mengalami financial distress di Indonesia
selama periode 2020–2025. Dari 254 perusahaan manufaktur yang memiliki data lengkap, diperoleh 152 perusahaan sebagai sampel melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria mengalami financial distress minimal dua dari tiga tahun selama periode 2020–2022 berdasarkan model Altman Z-Score. Tindakan retrenchment dianalisis melalui tiga domain, yaitu cost retrenchment, asset retrenchment, dan financial retrenchment, dengan karakteristik timing, frequency, breadth, dan intensity. Selanjutnya, karakteristik tersebut digunakan untuk mengidentifikasi pola retrenchment berdasarkan kemiripan profil perusahaan.
Hasil penelitian menghasilkan empat pola retrenchment, yaitu Asset-Preserving Cost-Financial Retrenchment, Cost-Asset, Financial-Light Retrenchment, Broad/Comprehensive Retrenchment, dan Delayed/Low-Frequency Retrenchment. Broad/Comprehensive Retrenchment merupakan pola yang paling banyak ditemukan, yaitu 81 perusahaan atau 53,29% dari total sampel. Keempat pola menunjukkan tingkat stabilitas pengelompokan yang tinggi, yaitu antara 96,13% hingga 99,06%. Pada pengujian awal terhadap 122 perusahaan dengan outcome binary, turnaround rate masing-masing pola adalah 27,78% untuk Asset-Preserving Cost-Financial Retrenchment, 15,00% untuk Cost-Asset, Financial-Light Retrenchment, 4,29% untuk Broad/Comprehensive Retrenchment, dan 14,29% untuk Delayed/Low-Frequency Retrenchment. Namun, setelah dilakukan
penyesuaian berdasarkan skala perusahaan, keterkaitan antara taxonomy retrenchment dan corporate turnaround tidak lagi terdeteksi secara statistik, sebanyak 73,03% perusahaan tetap berada pada taxonomy yang sama setelah penyesuaian skala. Temuan ini menunjukkan bahwa pola retrenchment lebih tepat digunakan untuk menggambarkan heterogenitas respons perusahaan terhadap financial distress daripada untuk menentukan satu konfigurasi yang secara umum paling efektif dalam menghasilkan corporate turnaround