| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sustainability disclosure dan kondisi kesehatan keuangan perusahaan, perbedaan tingkat disclosure berdasarkan kondisi keuangan, serta pola disclosure pada perusahaan yang mengalami financial recovery. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif eksploratif terhadap 28 perusahaan sektor Jasa, Properti, dan Teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2020–2025. Sustainability disclosure diukur menggunakan GRI Disclosure Index dan POJK Disclosure Index, sedangkan kondisi keuangan diukur menggunakan Altman Z-Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sustainability disclosure cenderung meningkat selama periode penelitian, tetapi tidak memiliki hubungan yang konsisten dengan kondisi keuangan perusahaan. Tidak ditemukan perbedaan disclosure yang konsisten antara
perusahaan dalam kondisi Distress, Grey Area, dan Sehat. Perusahaan yang mengalami financial recovery juga tidak menunjukkan pola peningkatan disclosure yang berbeda secara signifikan dibandingkan perusahaan Persistent At-Risk.
Dengan demikian, sustainability disclosure belum dapat digunakan sebagai indikator langsung financial distress maupun financial recovery, tetapi dapat menjadi informasi pelengkap dalam menilai kondisi perusahaan. | en_US |