Perlihatkan publikasi sederhana
ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS PENGUNGKAPAN KEBERLANJUTAN DENGAN KONDISI KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN–STUDI EKSPLORASI PADA SEKTOR ENERGI, PERTANIAN, dan PERKEBUNAN DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2020–2025
| dc.contributor.author | Siregar, Nurismarani | |
| dc.date.accessioned | 2026-10-09T09:35:47Z | |
| dc.date.available | 2026-10-09T09:35:47Z | |
| dc.date.issued | 2026-09-30 | |
| dc.identifier.uri | http://localhost:8080//handle/123456789/1054 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas pengungkapan keberlanjutan dengan kondisi kesehatan keuangan perusahaan serta mengeksplorasi pola pengungkapan keberlanjutan pada perusahaan dengan perkembangan kondisi keuangan yang berbeda. Penelitian dilakukan pada perusahaan sektor energi, pertanian, dan perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2025. Penelitian menggunakan pendekatan Eksploratif dengan data sekunder berupa annual report dan sustainability report. Dari 109 perusahaan yang menjadi populasi, diperoleh 27 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel dengan total 162 observasi selama enam tahun. Kondisi keuangan diidentifikasi berdasarkan nilai Altman Z-Score, sedangkan Sustainability Disclosure diukur menggunakan indeks Global Reporting Initiative (GRI) dan POJK 51/POJK.03/2017. Analisis dilakukan secara deskriptif dan menggunakan korelasi Spearman, uji Kruskal–Wallis, serta analisis financial trajectory untuk membandingkan perusahaan Recovering dan Persistent At-Risk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat Sustainability Disclosure mengalami peningkatan selama periode pengamatan, dengan rata-rata GRI dan POJK Disclosure meningkat dari tahun 2020-2025. Namun, peningkatan tersebut tidak menunjukkan hubungan yang konsisten dan signifikan dengan kondisi keuangan perusahaan. Uji Kruskal-Wallis juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat GRI maupun POJK Disclosure antara perusahaan Distress, Grey Area, dan Sehat, Analisis financial trajectory menunjukkan bahwa perusahaan pemulihan keuangan tidak memiliki peningkatan Sustainability Disclosure yang secara sistematis lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang tetap berada dalam kondisi Persistent At-Risk. Dengan demikian, Sustainability Disclosure lebih tepat dipahami sebagai bentuk penyampaian informasi dan komunikasi perusahaan kepada stakeholder, bukan sebagai indikator langsung kesehatan keuangan atau bukti terjadinya financial recovery | en_US |
| dc.publisher | PSAP | en_US |
| dc.subject | Pengungkapan Keberlanjutan | en_US |
| dc.subject | GRI | en_US |
| dc.subject | POJK 51 | en_US |
| dc.subject | Kesulitan Keuangan | en_US |
| dc.subject | Skor Altman Z | en_US |
| dc.subject | Trajektori Keuangan. | en_US |
| dc.title | ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS PENGUNGKAPAN KEBERLANJUTAN DENGAN KONDISI KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN–STUDI EKSPLORASI PADA SEKTOR ENERGI, PERTANIAN, dan PERKEBUNAN DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2020–2025 | en_US |
| dc.type | Working Paper | en_US |
Files in this item
Publikasi ini ada di koleksi berikut
-
SP - 7 Accounting for spesific phases of business activity
Current and fixed assets, current and fixed liabilities, payroll and capital accounting