Perlihatkan publikasi sederhana
Analisis Deskriptif Eksploratif Tindakan Retrenchment Atas Pemulihan Perusahaan Yang Mengalami Financial Distress Perusahaan Sektor Energi, Pertanian, Dan Perkebunan Tahun 2020-2025 di Indonesia
| dc.contributor.author | Zebua, Jesi Yohana Esperanza | |
| dc.date.accessioned | 2026-10-09T08:53:06Z | |
| dc.date.available | 2026-10-09T08:53:06Z | |
| dc.date.issued | 2026-09-30 | |
| dc.identifier.uri | https://repositori.wbi.ac.id//handle/123456789/1048 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan strategi retrenchment serta menganalisis waktu pelaksanaan (timing), urutan tindakan (sequencing), dan pola implementasinya pada perusahaan sektor energi, pertanian, dan perkebunan yang mengalami financial distress di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif eksploratif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan periode 2020-2025. Dari 109 perusahaan yang memiliki data lengkap, sebanyak 61 perusahaan ditetapkan sebagai sampel melalui teknik purposive sampling setelah memenuhi kriteria financial distress sekurang-kurangnya dua dari tiga tahun selama periode 2020- 2022 berdasarkan model Altman Z-Score.Tindakan retrenchment dianalisis melalui tiga bentuk, yaitu cost retrenchment, asset retrenchment, dan financial retrenchment, kemudian dibentuk profil perusahaan berdasarkan timing, frequency, breadth, dan intensity. Pengelompokan pola dilakukan menggunakan metode K Means. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cost retrenchment cenderung menjadi tindakan yang dilakukan lebih awal, sedangkan asset retrenchment dan financial retrenchment memiliki waktu pelaksanaan yang lebih beragam. Analisis menghasilkan empat pola, yaitu C1 Asset-Preserving Cost-Financial Retrenchment, C2 Broad Comprehensive Retrenchment, C3 Cost-Asset Intensive, Financial-Light Retrenchment, dan C4 Delayed Cost, Financial-Oriented Retrenchment. C2 merupakan pola yang paling banyak ditemukan, yaitu pada 32 perusahaan atau 52,46% dari sampel Pada periode 2023-2025, sebanyak 6 perusahaan berada pada kondisi Turnaround, 40 perusahaan berada pada Continuous Distress, dan 15 perusahaan berada pada Mixed/Partial Recovery. Perusahaan yang mencapai Turnaround menunjukkan kombinasi dan urutan tindakan yang berbeda. Dengan demikian, penelitian ini tidak menunjukkan adanya satu pola, waktu, maupun urutan retrenchment yang secara tunggal menentukan terjadinya corporate turnaround. Temuan menunjukkan bahwa strategi retrenchment lebih tepat dipahami sebagai proses penyesuaian sumber daya yang perlu disesuaikan dengan sumber tekanan keuangan dan karakter sumber daya perusahaan. | en_US |
| dc.publisher | PSAP | en_US |
| dc.subject | Financial distress | en_US |
| dc.subject | retrenchment | en_US |
| dc.subject | corporate turnaround | en_US |
| dc.subject | timing | en_US |
| dc.subject | sequencing | en_US |
| dc.subject | K-Means | en_US |
| dc.title | Analisis Deskriptif Eksploratif Tindakan Retrenchment Atas Pemulihan Perusahaan Yang Mengalami Financial Distress Perusahaan Sektor Energi, Pertanian, Dan Perkebunan Tahun 2020-2025 di Indonesia | en_US |
| dc.type | Working Paper | en_US |
Files in this item
Publikasi ini ada di koleksi berikut
-
SP - 7 Accounting for spesific phases of business activity
Current and fixed assets, current and fixed liabilities, payroll and capital accounting