| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kemampuan Model Altman Z-Score, Zmijewski, dan Ohlson dalam mendeteksi financial distress pada perusahaan sektor energi dan pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2025 serta mengevaluasi kinerjanya berdasarkan nilai cut-off. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan komparatif. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan tahunan konsolidasian yang telah diaudit. Dengan
purposive sampling, diperoleh 109 perusahaan dan 654 observasi. Analisis dilakukan menggunakan skor model, klasifikasi financial distress, confusion matrix, sensitivitas, spesifisitas, precision, F1-Score, ROC, dan AUC. Hasil menunjukkan bahwa kinerja model berbeda berdasarkan kondisi aktual. Pada Kondisi Aktual I, Altman menunjukkan kinerja relatif seimbang dengan
Overall Accuracy 77,98%, sensitivitas 76,62%, spesifisitas 78,99%, dan F1- Score 74,74%. Pada Kondisi Aktual II, Zmijewski memiliki Overall Accuracy 86,61% dan spesifisitas 91,70%, sedangkan Altman memiliki sensitivitas tertinggi sebesar 90,67%. Ohlson cenderung memiliki sensitivitas rendah. Analisis ROC dan AUC menunjukkan Altman memiliki kemampuan
diskriminasi relatif lebih kuat. Dengan demikian, tidak terdapat satu model yang unggul pada seluruh kondisi. Altman lebih sesuai untuk deteksi dini financial distress, sedangkan Zmijewski dapat digunakan sebagai pembanding untuk menyeimbangkan identifikasi distress dan non-distress. Pemilihan model perlu disesuaikan dengan tujuan analisis dan kondisi aktual perusahaan | en_US |