Bisnis Model Budidaya Cabai Rawit (Capsicum frutescens) Menggunakan Teknologi Irigasi Tetes dan Fertigasi Otomatis
Abstract
Cabai Rawit (Capsicum frutescens) menjadi komoditas yang sangat penting dalam kebutuhan harian di hampir setiap rumah tangga di Indonesia. peningkatan produksi belum memenuhi Peningkatan permintaan akan cabai rawit. Rendahnya pendapatan
petani membuat kurangnya produktivitas dan daya tarik untuk menjadi petani cabai rawit yang disebabkan banyak hal terutama tingginya biaya produksi seperti mahalnya harga pupuk, perubahan iklim, biaya tenaga kerja yang tinggi dan rendahnya produktivitas budidaya cabai rawit. Irigasi tetes merupakan salah satu teknologi yang sudah lama ditawarkan untuk menjadi solusi pertanian dengan keterbatasan air, disamping itu irigasi tetes juga menawarkan efisiensi penggunaan tenaga kerja dalam
pengairan dan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa budidaya menggunakan irigasi tetes akan memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan budidaya konvensional. Penelitian dilakukan di Kabupaten deli serdang
dengan melakukan eksperimen dengan dua perlakuan yaitu budidaya irigasi tetes dan konvensional, data yang dikumpulkan berupa item yang menjadi investasi awal, biaya tetap dan biaya variabel. Akumulasi hasil panen untuk setiap perlakuan dikalkulasikan dengan harga pasar dan dilakukan studi kelayakan bisnis menggunakan parameter R/C ratio, Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR), dan Return on Investment (ROI). Hasil analis mengatakan budidaya menggunakan irigasi tetes lebih memberikan keuntungan berdasarkan nilai R/C ratio dan NPV yang lebih tinggi dibandingkan budidaya konvensional. Dan budidaya irigasi tetes memiliki nilai persentase IRR dan ROI yang tinggi untuk menginterpretasikan usaha ini layak secara
finansial