| dc.description.abstract | Berdasarkan pemetaan psikografis, ditemukan tiga kelompok utama yang paling menonjol. Kelompok ke-2 terdiri atas 36 responden dan disebut “konsumen sosialitas”, yakni pembeli yang cenderung bertransaksi karena terdorong oleh lingkungan pergaulannya yang juga memilih tempat tersebut. Kelompok ke-8 mencakup 26 responden dan dinamai “konsumen karir”, yaitu individu yang rajin mencari informasi mengenai produk terbaru, berbelanja di tengah kesibukan pekerjaan, serta mengutamakan efisiensi waktu. Sementara itu, kelompok ke-5 beranggotakan 14 responden dan diberi label “konsumen mandiri”, yaitu pembeli yang mengambil keputusan pembelian awal secara independen tanpa bergantung pada pandangan pihak lain, tertarik mencoba demi memperoleh pengalaman baru, dan merasa puas terhadap cita rasa yang tersedia. Sementara dari sisi demografi, segmen yang paling banyak muncul didominasi oleh perempuan sebanyak 77 orang. Pada kategori usia, kelompok 35–44 tahun tercatat paling besar dengan 27 orang. Responden berstatus menikah berjumlah 38 orang, lalu sebanyak 36 orang berada pada tingkat pendapatan kurang dari Rp1.000.000, dan 31 orang termasuk ke dalam generasi Z. Riset ini sendiri memanfaatkan pengelompokan berdasarkan aspek kependudukan serta karakter psikologis konsumen. Metode yang dipakai ialah pendekatan kuantitatif dengan melibatkan
100 partisipan. Penentuan responden dilakukan melalui non-probability sampling dengan teknik incidental sampling, sedangkan informasi utama diperoleh dari kuesioner sebagai data primer. Untuk mengolah temuan penelitian, digunakan analisis klaster. | en_US |