<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SP - 7 Accounting for spesific phases of business activity</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/75</link>
<description>Current and fixed assets, current and fixed liabilities, payroll and capital accounting</description>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 01:38:29 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-29T01:38:29Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Dampak  Research &amp; Development Dan Inovasi Terhadap Financial Distress Perusahaan  Terbuka Di Bursa Efek Indonesia</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1066</link>
<description>Analisis Dampak  Research &amp; Development Dan Inovasi Terhadap Financial Distress Perusahaan  Terbuka Di Bursa Efek Indonesia
Klakik, Josefhine Floristy Ss
Inovasi telah menjadi pilar fundamental bagi keberlanjutan perusahaan di tengah dinamika ekonomi global, namun investasi pada Research &amp; Development (R&amp;D) juga menyimpan paradoks risiko keuangan karena sifatnya yang berjangka panjang dan penuh ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak intensitas R&amp;D dan output inovasi (paten) terhadap probabilitas financial distress pada perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi logistik biner. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari laporan tahunan perusahaan manufaktur dan sektor terkait periode 2018-2024 yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Variabel independen utama mencakup biaya R&amp;D dan jumlah paten, sedangkan variabel dependen adalah status financial distress yang diklasifikasikan menjadi kelompok Sukses (Turnaround), Gagal (Failure), dan Abu-abu (Gray Area). Hasil penelitian mengklasifikasikan objek penelitian ke dalam tiga kategori: Sukses/Turnaround (2 emiten), Gagal (8 emiten), dan Abu-abu/Gray Area (30 emiten). Temuan kunci menunjukkan adanya kesenjangan data yang signifikan; hanya segelintir perusahaan (seperti GOOD, KINO, dan AISA) yang secara transparan melaporkan data inovasi. Perusahaan dalam kelompok "Sukses" mampu mengintegrasikan inovasi ke dalam strategi manajemen akuntansi untuk mencapai resiliensi. Sebaliknya, inovasi diidentifikasi sebagai "obat berdurasi panjang" yang membutuhkan waktu (lagging time) sebelum mampu memperbaiki kinerja profitabilitas secara signifikan. Transparansi R&amp;D dan paten merupakan sinyal strategis bagi investor untuk menilai kapabilitas dinamis perusahaan dalam menghadapi krisis. Rendahnya pelaporan aset intelektual di BEI menunjukkan bahwa mayoritas emiten belum menjadikan inovasi sebagai instrumen utama manajemen krisis. Penelitian ini menyarankan perlunya standarisasi&#13;
kewajiban pelaporan aset intelektual oleh regulator untuk meningkatkan transparansi pasar.
</description>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/1066</guid>
<dc:date>2026-03-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Peranan Strategic Management Accounting dalam Usaha Perusahaan yang Mengalami Financial Distress Melakukan  Turnaround (Studi Eksploratif pada Perusahaan Manufaktur Terbuka di Indonesia)</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1065</link>
<description>Peranan Strategic Management Accounting dalam Usaha Perusahaan yang Mengalami Financial Distress Melakukan  Turnaround (Studi Eksploratif pada Perusahaan Manufaktur Terbuka di Indonesia)
Ariska, Yenis
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi financial distress, bentuk strategi turnaround, dan peran Strategic Management Accounting (SMA) pada perusahaan manufaktur terbuka di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain eksploratif. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan Return on Assets (ROA) yang dibandingkan dengan risk free rate of return untuk mengidentifikasi titik awal distress, tingkat keparahan, dan status akhir turnaround. Analisis kualitatif dilakukan melalui content analysis terhadap annual report perusahaan pada periode T0, T+1, dan T+2. Sampel penelitian terdiri atas 20 perusahaan manufaktur yang dipilih secara purposive sampling dari 361 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11 perusahaan berada pada kategori mild dan 9 &#13;
perusahaan pada kategori severe. Status akhir turnaround terdiri atas 1 perusahaan berkategori sukses, 8 perusahaan berkategori potensi, 7 perusahaan berkategori abu abu, dan 4 perusahaan berkategori gagal. Strategi turnaround yang paling dominan adalah mixed strategy dan recovery strategy, dengan kecenderungan pergeseran menuju orientasi recovery dari T0 sampai T+2. Praktik SMA yang paling dominan meliputi Value Chain Costing, Customer Accounting, Strategic Cost Management, Quality Costing, dan Brand Valuation. Temuan penelitian menunjukkan bahwa SMA berperan sebagai pendukung informasi strategis dalam proses pemulihan kinerja perusahaan, terutama untuk mengidentifikasi inefisiensi, memperkuat orientasi pelanggan dan pasar, menjaga kualitas, serta mendukung pengendalian biaya strategis selama proses turnaround
</description>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/1065</guid>
<dc:date>2026-03-27T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Struktur Biaya dan  Utilisasi Aset terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Kelapa Sawit Anggota  GAPKI</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1062</link>
<description>Pengaruh Struktur Biaya dan  Utilisasi Aset terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Kelapa Sawit Anggota  GAPKI
Silaban, Febri Yani
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh struktur biaya yang diproksikan dengan Operating Cost Ratio (OCR) dan utilisasi aset yang diproksikan dengan Total Asset Turnover (TATO) terhadap profitabilitas yang diukur melalui Net profit margin (NPM) pada perusahaan kelapa sawit anggota GAPKI periode 2022–2025. Menggunakan teknik purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 27 perusahaan dengan total 108 observasi. Metode analisis data mencakup statistik deskriptif, uji normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, serta pengujian hipotesis (uji t, uji F, dan koefisien determinasi) dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa struktur biaya yang diukur melalui rasio biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap margin laba bersih, sehingga hipotesis pertama diterima. Temuan ini memperkuat teori efisiensi bahwa pengendalian biaya operasional secara ketat merupakan kunci utama manajemen dalam meningkatkan marjin keuntungan perusahaan. Sebaliknya, utilisasi aset yang diukur melalui perputaran total aset tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap margin laba bersih, sehingga hipotesis kedua ditolak. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pada industri padat modal dengan periode investasi dan siklus produktif aset yang panjang, percepatan perputaran aset tidak serta-merta berdampak langsung pada peningkatan laba &#13;
bersih jangka pendek. Namun demikian, secara bersama-sama struktur biaya dan utilisasi aset terbukti berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Sebagian besar variasi profitabilitas mampu dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian.
</description>
<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/1062</guid>
<dc:date>2026-09-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENGARUH  ENVIRONMENTAL MANAGEMENT ACCOUNTING DAN ECO-EFFICIENCY  TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN KELAPA SAWIT</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1061</link>
<description>PENGARUH  ENVIRONMENTAL MANAGEMENT ACCOUNTING DAN ECO-EFFICIENCY  TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN KELAPA SAWIT
Harita, Theodorus Idola
Bukti empiris mengenai pengaruh pengungkapan akuntansi lingkungan dan efisiensi ekologis dengan profitabilitas masih tidak konsisten, sementara perusahaan kelapa sawit dituntut menjaga laba sekaligus mempertanggungjawabkan dampak lingkungannya. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pengungkapan Environmental Management Accounting (EMA) dan Eco-Efficiency, secara parsial dan simultan, terhadap Return on Assets (ROA) pada perusahaan kelapa sawit anggota GAPKI. Penelitian kuantitatif asosiatif kausal ini menganalisis 104 observasi dari 26 perusahaan periode 2022–2025 dengan regresi linear berganda; EMA diukur melalui indeks pengungkapan Physical EMA berbasis 31 indikator GRI, Eco-Efficiency melalui intensitas emisi (tCO₂e per penjualan bersih), dan kinerja melalui ROA. Hasil menunjukkan bahwa meskipun rata-rata perusahaan telah mengungkapkan 70,35% indikator lingkungan fisik, pengungkapan EMA (B = 8,101; p = 0,077) dan Eco-Efficiency (B = −0,014; p = 0,761) tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, demikian pula secara simultan (F = 1,749; p = 0,179), dengan Adjusted R² sebesar 1,4%. Temuan ini mengindikasikan bahwa, pada periode pengamatan, keterbukaan informasi lingkungan fisik dan efisiensi emisi tidak dapat dijadikan penjelas profitabilitas, sehingga manfaatnya perlu dinilai pada dimensi akuntabilitas dan legitimasi, bukan semata laba
</description>
<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/1061</guid>
<dc:date>2026-09-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
