<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SP - 3 Financial Reports</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/38</link>
<description>Financial statement</description>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 12:36:07 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-29T12:36:07Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Pertumbuhan Penerimaan Pajak Barang  dan Jasa Tertentu (PBJT) serta kontribusinya Terhadap Pendapatan Asli  Daerah (PAD) Kota Medan</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1112</link>
<description>Analisis Pertumbuhan Penerimaan Pajak Barang  dan Jasa Tertentu (PBJT) serta kontribusinya Terhadap Pendapatan Asli  Daerah (PAD) Kota Medan
Sigalingging, Felecia Santyri
Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) merupakan salah satu jenis pajak daerah yang menjadi bagian dari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan. Penerapan PBJT berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah membawa perubahan terhadap pengelompokan beberapa jenis pajak daerah, sehingga perlu diketahui perkembangan penerimaan PBJT serta kontribusinya terhadap PAD Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) serta kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan. Penelitian ini dilakukan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Medan dengan menggunakan data tahun 2024–2025. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pendapatan Daerah Kota Medan dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui perhitungan tingkat pertumbuhan penerimaan dan kontribusi masing-masing jenis PBJT terhadap PAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan penerimaan PBJT Kota Medan pada tahun 2024–2025 belum menunjukkan perkembangan yang stabil pada setiap jenisnya. PBJT Makanan dan/atau Minuman mengalami pertumbuhan sebesar 8,42% pada tahun 2024 dan 4,78% pada tahun 2025, sedangkan PBJT Jasa Perhotelan tumbuh &#13;
sebesar 12,85% pada tahun 2024 dan mengalami penurunan sebesar -13,29% pada tahun 2025. PBJT Jasa Parkir mengalami pertumbuhan sebesar -40,74% pada tahun 2024 dan meningkat menjadi 1,12% pada tahun 2025. PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan mengalami pertumbuhan sebesar -11,14% pada tahun 2024 dan -2,39% pada tahun 2025, sedangkan PBJT Tenaga Listrik mengalami pertumbuhan sebesar 9,82% pada tahun 2024 dan -1,06% pada tahun 2025. Dari sisi kontribusi, PBJT Makanan dan/atau Minuman serta PBJT Tenaga Listrik merupakan jenis PBJT dengan kontribusi terbesar terhadap PAD. Kontribusi PBJT Makanan dan/atau Minuman sebesar 13,99% pada tahun 2024 dan 13,13% pada tahun 2025, sedangkan PBJT Tenaga Listrik sebesar 12,72% pada tahun 2024 dan 11,27% pada tahun 2025. Sementara itu, kontribusi PBJT Jasa Perhotelan, Jasa Kesenian dan Hiburan, serta Jasa Parkir lebih rendah dan mengalami penurunan pada tahun 2025. Dengan demikian, PBJT masih menjadi salah satu sumber penerimaan yang penting bagi PAD Kota Medan, namun pertumbuhan penerimaannya belum merata dan kontribusi masing-masing jenis PBJT terhadap PAD cenderung menurun pada tahun 2025
</description>
<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/1112</guid>
<dc:date>2026-09-17T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>DESAIN PELAPORAN KEUANGAN MEDAN LAUNDRY SESUAI STANDAR AKUNTASI ENTITAS MIKRO KECIL DAN MENENGAH</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/920</link>
<description>DESAIN PELAPORAN KEUANGAN MEDAN LAUNDRY SESUAI STANDAR AKUNTASI ENTITAS MIKRO KECIL DAN MENENGAH
Sawinda, Gusma
Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah jenis usaha yang dikenal luas di masyarakat Indonesia. Namun, terdapat berbagai masalah yang dihadapi oleh UMKM, seperti sumber daya manusia, mutu pendidikan, pemahaman teknologi informasi yang rendah, dan minimnya keandalan. Laporan keuangan dasar seharusnya mencakup posisi keuangan serta laba rugi usaha. Penting untuk memiliki laporan keuangan yang standar agar bisa digunakan untuk memantau aktivitas dan aset yang diperlukan dalam penggunaannya. SAK EMKM merupakan standar laporan keuangan yang dapat diterapkan di sektor Laundry. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang laporan keuangan untuk Medan Laundry sesuai dengan SAK EMKM. Lokasi penelitian di usaha jasa Medan Laundry yang berlokasi di Jl. Yos Sudarso Pekan Labuhan Kec. Medan Labuhan. Waktu penelitian dilaksanakan dari September 2024 sampai dengan selesai, dengan menggunakan metode Kualitatif deskriptif. Berdasarkan analisis dalam studi ini yang bertujuan untuk menyusun rencana keuangan bagi UMKM Medan Laundry sesuai SAK EMKM dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: sesuai dengan SAK EMKM, Laundry wajib memiliki laporan keuangan yang terdiri dari laba rugi serta laporan posisi keuangan yang sesuai dengan ketentuan SAK EMKM. Laba yang dihasilkan oleh Medan Laundry dari Januari hingga Desember mencapai sekira RP. 18.423.336 dan terdiri dari layanan badcover, cuci basah, cuci kering, dan cuci setrika. Pada laporan posisi keuangan total aset Medan Laundry sebesar Rp. 203.459.336 dan perubahan modal pada Medan Laundry selama satu periode yaitu dari Rp. 199.881.000 menjadi Rp. 203.459.336. Dari analisis rasio keuangan Medan Laundry terlihat bahwa mereka mampu menghasilkan laba kotor dari pendapatan jasa dengan GPM sebesar 23%, menghasilkan laba dari aset yang memiliki ROA sebesar 9%, dan menghasilkan laba dari ekuitas dengan ROE sebesar 9% dalam keadaan yang kurang baik.
</description>
<pubDate>Thu, 22 May 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/920</guid>
<dc:date>2025-05-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>DESAIN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SAK EMKM PADA UD TARIGAN TANI</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/914</link>
<description>DESAIN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SAK EMKM PADA UD TARIGAN TANI
Barus, Desy Natalia
Penyampaian laporan keuangan yang akurat bertujuan untuk mempermudah pemilik usaha memahami nilai pendapatan pada usaha. Penelitian ini mengkaji proses penyusunan laporan keuangan pada UD Tarigan Tani sesuai SAK EMKM, sehingga menunjukkan ketidakmengertian pemilik usaha, oleh karena itu, penelitian ini di inginkan menjadi acuan proses laporan keuangan yang disusun menurut standar. Penelitian ini dituju untuk paham akan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM pada UD Tarigan Tani. Sumber data didapatkan secara deskriptif kualitatif. sehingga disimpulkan bahwa UD Tarigan Tani belum pernah menyusun laporan keuangan yang valid sesuai SAK EMKM, hal tersebut akibat minimnya pemahaman pelaku usaha, sehingga diharapkan penelitian ini bisa menjadi pedoman untuk memudahkan pelaku usaha meyusun laporan keuangan usahanya.
</description>
<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/914</guid>
<dc:date>2024-12-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>DESAIN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SESUAI SAK EMKM PADA USAHA RUMAH MAKAN BERSAMA SAMARWA</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/913</link>
<description>DESAIN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SESUAI SAK EMKM PADA USAHA RUMAH MAKAN BERSAMA SAMARWA
Hutasoit, Jelita Margaretta
Dalam proses penyusunan serta penyajian laporan keuangan, diperlukan acuan atau dasar akuntansi keuangan guna mengatur tata cara pelaporan terkhusus pada pihak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Laporan keuangan proses output pencatatan merangkum seluruh transaksi keuangan untuk periode satu tahun. Sebab itu, dibutuhkan penerapan standar akuntansi khusus UMKM, yakni Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah. Pedoman ini memudahkan UMKM untuk membuat laporan keuangan bertujuan menjelaskan mengenai penyusunan laporan keuangan sesuai SAK EMKM di Usaha Ayam Penyet Samarwa di Jalan William Iskandar pancing, Kota Medan. Penelitian menggunakan kualitatif dengan cara pengumpulan data lapangan, diskusi, dan telaah pustaka. Dengan memakai data asli, diperoleh langsung pada usaha dan referensi terkait bisnis seperti catatan transaksi pembelian dan penjualan, dan dokumen lain. Hasil penelitian membuktikan bahwa Usaha Ayam Penyet Samarwa telah menyusun catatan keuangan, tetapi belum berlandaskan SAK EMKM. Simpulan penelitian ini harapannya pelaku mampu membuat laporan keuangannya sesuai SAK EMKM yang berlaku mampu memahami pertumbuhan usaha yang dilihat dari informasi keuangannya dan didasarkan sebagai pertimbangan pada saat pengambilan keputusan usaha untuk di masa mendatang.
</description>
<pubDate>Wed, 07 May 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/913</guid>
<dc:date>2025-05-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
