<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SP - Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/15</link>
<description>Study Pro. of International Marketing Management</description>
<pubDate>Fri, 31 Jul 2026 12:09:29 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-31T12:09:29Z</dc:date>
<item>
<title>Studi Kelayakan dan Pengembangan Bisnis Dimsum.lo  pada Produk Dimsum Mentai</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1023</link>
<description>Studi Kelayakan dan Pengembangan Bisnis Dimsum.lo  pada Produk Dimsum Mentai
Lubis, Rahmah Azzahra
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial pengembangan usaha dimsum.io pada produk dimsum mentai serta mengetahui tingkat ketahanan usaha terhadap perubahan kondisi operasional berdasarkan simulasi usaha. Dimsum.io merupakan usaha kuliner yang bergerak di bidang makanan oriental dengan produk utama berupa dimsum original, frozen dimsum, dan dimsum mentai. Produk dimsum mentai dipilih sebagai fokus penelitian karena memiliki tingkat permintaan tertinggi dibandingkan varian lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kelayakan &#13;
finansial berbasis simulasi usaha. Analisis dilakukan melalui penyusunan struktur biaya, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) menggunakan metode variable costing, analisis Break Even Point (BEP) dengan pendekatan Weighted Average Contribution Margin (WACM), Payback Period (PP), serta analisis sensitivitas. Data penelitian diperoleh dari data operasional aktual dan simulasi target penjualan usaha dimsum.io. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan simulasi usaha, total biaya operasional sebesar Rp. 46,236,291 per bulan terdiri dari biaya tetap sebesar Rp. 10,030,963 dan biaya variabel sebesar Rp. 36,205,328. Berdasarkan hasil analisis WACM sebesar Rp. 9.998 per porsi, diperoleh titik impas (BEP) sebesar 1.003 porsi per bulan atau 39 porsi per hari. Dengan target penjualan sebesar 2.028 porsi per bulan, usaha berada di atas titik impas dengan &#13;
margin of safety sebesar 50,5%. Investasi awal sebesar Rp45.896.337 diperkirakan dapat kembali dalam waktu 4,39 bulan atau sekitar 4 bulan 11 hari. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha masih layak dijalankan ketika harga bahan baku naik 5%, namun usaha mulai mengalami kerugian apabila penjualan turun secara bertahap hingga berada di bawah titik impas. Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan usaha dimsum mentai dimsum.io dinilai layak secara finansial berdasarkan simulasi usaha yang dilakukan serta memiliki tingkat ketahanan usaha yang cukup baik selama volume penjualan dapat dipertahankan di atas titik impas dan pengendalian biaya bahan baku dilakukan secara konsisten.
</description>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/1023</guid>
<dc:date>2026-06-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Strategi Promosi Produk Dimsum Mentai untuk  Meningkatkan Minat Beli Konsumen B2C</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1022</link>
<description>Strategi Promosi Produk Dimsum Mentai untuk  Meningkatkan Minat Beli Konsumen B2C
OFTAVIANI SARAGIH, RENY
Kegiatan promosi yang belum terintegrasi dan ketergantungan pada promosi harga jangka pendek menjadi tantangan utama dimsum.io dalam menjangkau konsumen baru. Kondisi ini mendorong perlunya edentifikasi media promosi yang tepat serta perancangan strategi promosi efektif untuk meningkatkan minat beli konsumen B2C pada produk dimsum mentai dimsum.io. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner kepada 31 konsumen, dan dokumentasi berupa data transaksi penjualan, konten promosi, serta hasil implementasi iklan digital. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa Instagram efektif membangun awareness dan ketertarikan konsumen melalui konten visual, sedangkan WhatsApp Business berperan sebagai media komunikasi pemesanan. Akan tetapi, keduanya belum mampu menjangkau konsumen baru secara optimal. Setelah penggunaan GrabAds, jumlah transaksi meningkat dari 31 pesanan pada Desember 2025 menjadi 60 pesanan pada Januari 2026, dengan pertumbuhan sebesar 93,5%. Kontribusi GrabFood terhadap total pesanan pun meningkat dari 6,5% menjadi 21,7%. Penelitian ini menghasilkan rancangan strategi promosi terpadu melalui penguatan content planning Instagram, optimalisasi WhatsApp Business sebagai saluran follow-up dan closing, serta Pemanfaatan GrabFood sebagai media akuisisi pelanggan baru melalui Search Ads. Strategi ini membentuk pola looping promosi yang mendukung peningkatan minat beli konsumen secara jangka Panjang.
</description>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/1022</guid>
<dc:date>2026-06-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ZAHROTUN HUSNIAH. Perumusan Strategi Pemasaran Business-to-Business (B2B) Berdasarkan Pertimbangan Mitra Usaha Potensial pada Produk Dimsum Ayam Frozen</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1021</link>
<description>ZAHROTUN HUSNIAH. Perumusan Strategi Pemasaran Business-to-Business (B2B) Berdasarkan Pertimbangan Mitra Usaha Potensial pada Produk Dimsum Ayam Frozen
Husniah, Zahrotun
Kondisi pertumbuhan sektor makanan beku mendorong pelaku usaha kecil untuk mencari strategi baru dalam memperluas jangkauan pasar, salah satunya melalui transisi dari model B2C menuju B2B. Usaha dimsum.io merupakan salah satu pelaku usaha yang berpotensi dipasarkan kepada mitra usaha segmen Hotel, Restaurant, dan Café (HORECA) serta toko makanan beku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pertimbangan utama mitra usaha potensial dalam memilih pemasok produk dimsum ayam frozen dalam konteks B2B, serta merumuskan strategi pemasaran B2B yang tepat bagi dimsum.io melalui pendekatan bauran pemasaran (4P). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara semi terstruktur terhadap enam informan yang terdiri atas tiga pelaku usaha dari segmen HORECA dan tiga dari segmen toko makanan beku, yang dipilih secara purposive dalam radius 20 km dari lokasi usaha. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian mitra usaha. Strategi pemasaran B2B yang dirumuskan mencakup penyesuaian dan kemasan per segmen, penetapan harga grosir berjenjang, distribusi berbasis cold chain, serta pendekatan promosi personal. Seluruh strategi disusun dalam roadmap tiga fase: fondasi legalitas dan standarisasi produk, akuisisi mitra pertama, serta&#13;
stabilitas dan perluasan jaringan mitra secara bertahap.
</description>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/1021</guid>
<dc:date>2026-06-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Efisiensi Biaya Produksi Pada Kerupuk Ikan (Studi  Kasus UMKM Seven Island).</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1020</link>
<description>Analisis Efisiensi Biaya Produksi Pada Kerupuk Ikan (Studi  Kasus UMKM Seven Island).
MARK., RICHARD
UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional karena mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, di tengah meningkatnya persaingan antar produk sejenis, pelaku usaha dituntut untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing agar dapat bertahan. UMKM Seven Islands, yang bergerak di bidang pengolahan kerupuk ikan, mengalami fluktuasi penjualan dan penurunan produksi dari tahun 2023 ke 2024. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya &#13;
inefisiensi teknis dalam proses produksi, di mana penggunaan input bahan baku tidak selalu berbanding lurus dengan output yang dihasilkan. Untuk mengukur dan menganalisis tingkat efisiensi produksi, penelitian ini menggunakan metode Stochastic &#13;
Frontier Analysis (SFA) dengan fungsi produksi Cobb–Douglas melalui variabel utama bahan baku ikan, tepung, minyak, serta variabel inefisiensi berupa usia usaha dan jumlah tenaga kerja. Hasil estimasi software menunjukkan bahwa nilai technical efficiency (TE) rata-rata sebesar 0,839 yang berarti UMKM Seven Islands telah beroperasi pada tingkat efisiensi sekitar 83,9% dari potensi maksimum. Sementara itu, nilai gamma sebesar 0,981 mengindikasikan bahwa sekitar 98,1% variasi output disebabkan oleh faktor &#13;
inefisiensi, bukan hanya disebabkan oleh kesalahan acak. Hasil analisis efisiensi teknis kemudian menjadi dasar dalam perancangan Business Model Canvas (BMC) yang menggambarkan sembilan elemen model bisnis UMKM. Integrasi antara hasil SFA dan BMC menghasilkan rancangan saran pengembangan yang berorientasi pada efisiensi biaya dan peningkatan daya saing, khususnya melalui optimalisasi penggunaan sumber daya, pengendalian biaya produksi, dan penguatan hubungan kemitraan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar strategis bagi UMKM Seven Islands dalam meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usahanya di masa mendatang.
</description>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/1020</guid>
<dc:date>2026-05-06T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
