<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SP - Program Studi Agribisnis Hortikultura</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/13</link>
<description>Study Pro. of Horticulture Agribusiness</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 09:13:10 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-20T09:13:10Z</dc:date>
<item>
<title>Preferensi Produk Eduwisata Taman Socfindo Conservation Untuk Siswa Sekolah Dasar Di Sumatera Utara</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/997</link>
<description>Preferensi Produk Eduwisata Taman Socfindo Conservation Untuk Siswa Sekolah Dasar Di Sumatera Utara
Berutu, Widya
Taman Socfindo Conservation merupakan salah satu destinasi wisata berbasis pertanian (agrowisata), berbentuk taman tanaman obat yang lebih ditujukan untuk keperluan eduwisata bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, yang didirikan pada 2019. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peluang pasar Taman Socfindo Conservation pada murid-murid SD (Sekolah Dasar) di daerah sekitar, yakni di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai, serta Kota Tebing Tinggi, dan (2) mengetahui preferensi kegiatan wisata edukasi dan bentuk produk atau paket eduwisata bagi siswa/i SD agar mereka mau memilih Taman Socfindo Conservation sebagai salah satu destinasi wisata sekolah. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan dari Juni 2024 – September 2024 di Taman Socfindo Conservation yang berada di Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Teknik&#13;
pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis data secara deskriptif. Berdasarkan pendapat responden dari empat kabupaten/kota dihasilkan gagasan agar paket produk eduwisata di Taman Socfindo Conservation dibuat sesuai kebutuhan pengunjung dengan biaya yang murah, agar pengunjung mau datang kembali. Taman Socfindo Conservation memiliki peluang yang sangat besar untuk meningkatkan jumlah pengunjung dari siswa/i SD dengan melakukan promosi langsung kepada guru-guru. Terdapat 2.204 SD di ke-4 daerah yang diteliti dan 92% SD memiliki program wisata edukasi bagi murid-muridnya. Di sisi&#13;
lain, hanya 38,5% SD yang mengenal Taman Socfindo Conservation dan hanya 15,4% SD yang pernah datang berkunjung. Responden guru-guru SD lebih memilih kegiatan permainan dan kegiatan fisik saat melakukan wisata edukasi di Taman Socfindo Conservation dengan pilihan permainan tebak aroma, kartu kuartet tanaman herbal, dan kuis ringan, serta praktek penanaman bibit dan pengemasan produk herbal.
</description>
<pubDate>Tue, 01 Oct 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/997</guid>
<dc:date>2024-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Preferensi Produk Eduwisata Taman Socfindo Conservation (TSC) Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama di Sumatera Utara.</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/996</link>
<description>Preferensi Produk Eduwisata Taman Socfindo Conservation (TSC) Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama di Sumatera Utara.
Simarmata, Rani Fintaria
Taman Socfindo Conservation (TSC) ditetapkan sebagai dan agrowisata berbasis tanaman obat di Sumatera Utara yang berdiri sejak tahun 2019. Taman ini Pengembangan Taman Socfindo Conservation terus dilakukan oleh pihak pengelola, selain lokasi eduwisata yang sudah tertata baik. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengetahui adanya peluang pasar TSC pada Sekolah Menengah Pertama di daerah sekitar Kota Medan; Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai, serta Kota Tebing Tinggi, (ii) mengetahui preferensi kegiatan wisata edukasi dan bentuk produk atau paket eduwisata yang sesuai untuk siswa/i SMP agar mereka mau memilih TSC sebagai salah satu destinasi wisata sekolah, (iii) memformulasikan kembali produk eduwisata bagi siswa/i SMP sesuai dengan preferensi mereka agar mereka mau memilih TSC sebagai salah satu destinasi eduwisata sekolah mereka. Hasil penelitan menunjukkan bahwa terdapat peluang pasar yang besar sekali untuk pengunjung siswa di TSC, karena terdapat 877 buah SMP di 4 daerah kabupaten/kota sekitar lokasi TSC dan hampir 89% sekolah memiliki program eduwisata. Di sisi lain hanya 12% sekolah yang pernah melakukan kunjungan ke TSC. Hasil penelitan ini juga menghasilkan gagasan bahwa produk paket eduwisata di TSC dirancang sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Biaya menjadi faktor pertimbangan utama dalam penetapan paket eduwisata, selain jenis kegiatan dan durasi waktu kunjungan. Peneliti telah mendesain 2 jenis paket eduwisata dengan kegiatan yang diminati oleh responden sesuai dengan studi preferensi yang dilakukan dan dengan biaya Rp&#13;
10.000 dan Rp 15.000 per pengunjung
</description>
<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/996</guid>
<dc:date>2024-11-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>LAPORAN AKHIR PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA MAGANG DI PT DAYA SANTOSA REKAYASA</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/982</link>
<description>LAPORAN AKHIR PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA MAGANG DI PT DAYA SANTOSA REKAYASA
Avelino, Andreas Juan
</description>
<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/982</guid>
<dc:date>2024-12-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) DI KEBUN GREEN FEAST</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/981</link>
<description>PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) DI KEBUN GREEN FEAST
Sormin, Jasno Bonatua
</description>
<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/981</guid>
<dc:date>2024-12-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
