<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Student Papers (SP)</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1</link>
<description>Skripsi Sarjana (S-1)</description>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 20:49:14 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-17T20:49:14Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Segmentasi pasar Fritto Chicken Secara Demografis Dan Psikografis</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1016</link>
<description>Analisis Segmentasi pasar Fritto Chicken Secara Demografis Dan Psikografis
Kesuma, Lela
Berdasarkan pemetaan psikografis, ditemukan tiga kelompok utama yang paling menonjol. Kelompok ke-2 terdiri atas 36 responden dan disebut “konsumen sosialitas”, yakni pembeli yang cenderung bertransaksi karena terdorong oleh lingkungan pergaulannya yang juga memilih tempat tersebut. Kelompok ke-8 mencakup 26 responden dan dinamai “konsumen karir”, yaitu individu yang rajin mencari informasi mengenai produk terbaru, berbelanja di tengah kesibukan pekerjaan, serta mengutamakan efisiensi waktu. Sementara itu, kelompok ke-5 beranggotakan 14 responden dan diberi label “konsumen mandiri”, yaitu pembeli yang mengambil keputusan pembelian awal secara independen tanpa bergantung pada pandangan pihak lain, tertarik mencoba demi memperoleh pengalaman baru, dan merasa puas terhadap cita rasa yang tersedia. Sementara dari sisi demografi, segmen yang paling banyak muncul didominasi oleh perempuan sebanyak 77 orang. Pada kategori usia, kelompok 35–44 tahun tercatat paling besar dengan 27 orang. Responden berstatus menikah berjumlah 38 orang, lalu sebanyak 36 orang berada pada tingkat pendapatan kurang dari Rp1.000.000, dan 31 orang termasuk ke dalam generasi Z. Riset ini sendiri memanfaatkan pengelompokan berdasarkan aspek kependudukan serta karakter psikologis konsumen. Metode yang dipakai ialah pendekatan kuantitatif dengan melibatkan&#13;
100 partisipan. Penentuan responden dilakukan melalui non-probability sampling dengan teknik incidental sampling, sedangkan informasi utama diperoleh dari kuesioner sebagai data primer. Untuk mengolah temuan penelitian, digunakan analisis klaster.
</description>
<pubDate>Fri, 03 Mar 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/1016</guid>
<dc:date>2023-03-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Akuntansi Perpajakan, Analisis Eksploratif Kondisi Financial Distress Menuju Corporate Turnaround Perusahaan Terbuka Di Indonesia Dengan Perbandingan Angka Arus Kas.</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1014</link>
<description>Akuntansi Perpajakan, Analisis Eksploratif Kondisi Financial Distress Menuju Corporate Turnaround Perusahaan Terbuka Di Indonesia Dengan Perbandingan Angka Arus Kas.
Simarmata, Jalius
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara eksploratif pola pergerakan dan perbandingan antara Return on Investment (ROI) dan Arus Kas Operasi (CFO) guna menilai validitas proses corporate turnaround pada perusahaan yang terindikasi mengalami financial distress. Selama ini, fenomena pemulihan kinerja perusahaan seringkali dievaluasi secara parsial hanya melalui metrik profitabilitas berbasis akrual, yang berisiko mengabaikan kondisi likuiditas fundamental dan kualitas laba yang sesungguhnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan teknik penarikan sampel purposive sampling, yang menetapkan 39 perusahaan manufaktur sebagai objek observasi. Analisis data dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah identifikasi awal kondisi profitabilitas dengan membandingkan kurva ROI terhadap Risk-Free Rate (Rf), yang mengklasifikasikan entitas ke dalam empat kategori awal (Sukses, Potensi, Abu-abu, dan Gagal). Tahap kedua merupakan uji silang analisis&#13;
visual komparatif antara tren pergerakan laba akrual (ROI) dan likuiditas riil (CFO). Hasil pengujian mendalam membuktikan adanya ketidakselarasan (divergence) yang merombak klasifikasi awal menjadi lima temuan kondisi: Kategori Abu-abu, Fake Distress, Fake TurnAround, Fake Distress &amp; Fake TurnAround, serta Gagal (Failed). Penemuan fenomena Fake Turnaround mengindikasikan rendahnya kualitas laba akibat potensi praktik manajemen laba (Teori Keagenan), di mana peningkatan profitabilitas tidak didukung oleh kemampuan menghasilkan kas operasional. Sebaliknya, fenomena Fake Distress membuktikan ketahanan fundamental perusahaan, di mana penurunan laba akrual justru diiringi oleh arus kas operasi yang sangat kuat (Teori Sinyal). Kesimpulannya, evaluasi keberhasilan turnaround mutlak membutuhkan integrasi analisis komparatif antara ROI dan CFO sebagai indikator kualitas laba yang valid sekaligus sistem peringatan dini bagi kelangsungan usaha.
</description>
<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/1014</guid>
<dc:date>2026-03-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Akuntansi Perpajakan, Identifikasi Implementasi Tata Kelola,  Kualitas Emisi Karbon dan Enviromental Management Accounting Pada  Perusahaaan Sektor Infrastruktur Di Indonesia</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1013</link>
<description>Akuntansi Perpajakan, Identifikasi Implementasi Tata Kelola,  Kualitas Emisi Karbon dan Enviromental Management Accounting Pada  Perusahaaan Sektor Infrastruktur Di Indonesia
Rahma, Raudatur
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur tingkat implementasi tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance), kualitas pengungkapan emisi karbon, dan penerapan Environmental Management Accounting (EMA) melalui indikator &#13;
Emission Intensity (EI) pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2023. Sektor infrastruktur dipilih karena merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia yang mencapai 30% dari total emisi nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian arsip (archival research). Sampel penelitian terdiri dari 17 perusahaan infrastruktur yang dipilih melalui metode purposive sampling, menghasilkan &#13;
total 51 observasi selama tiga tahun pengamatan. Data diolah secara manual menggunakan Microsoft Excel dengan teknik skoring berdasarkan Good Corporate Governance Index (32 indikator), carbon disclosure checklist (18 indikator), dan perhitungan rasio intensitas emisi karbon terhadap penjualan (Emission Intensity/EI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata implementasi tata kelola perusahaan berada pada angka 87% dengan kategori "Terpercaya". Kualitas pengungkapan emisi karbon rata-rata mencapai 65% dengan kategori "Sedang", di mana indikator pengurangan emisi dan biaya energi mendominasi pelaporan perusahaan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat implementasi tata kelola berada pada level yang sangat tinggi, hal tersebut beserta tingkat pengungkapan emisi belum mampu menjelaskan tingkat keberlanjutan secara menyeluruh pada sektor infrastruktur di Indonesia. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi perusahaan untuk meningkatkan integrasi antara kebijakan tata kelola dengan praktik akuntansi lingkungan yang lebih teknis dan substantif.
</description>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/1013</guid>
<dc:date>2026-03-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Hubungan Good Corporate Governance dengan Kualitas Laba Laporan Keuangan Perusahaan Publik di Indonesia</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1012</link>
<description>Analisis Hubungan Good Corporate Governance dengan Kualitas Laba Laporan Keuangan Perusahaan Publik di Indonesia
Simangunsong, Ester Yolanda
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris hubungan antara mekanisme Good Corporate Governance (GCG) dengan kualitas laba pada laporan keuangan perusahaan publik di Indonesia.
</description>
<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080//handle/123456789/1012</guid>
<dc:date>2026-03-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
