<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://localhost:8080//handle/123456789/74">
<title>SP - 6 Specific kids of accounting</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/74</link>
<description>Public and private accounting</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080//handle/123456789/854"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080//handle/123456789/853"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-14T03:18:51Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://localhost:8080//handle/123456789/854">
<title>EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL MENGGUNAKAN METODE COMPREHENSIVE ASSESSMENT MODEL (CAM) PADA PT. REALTI UNGGUL PERKASA</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/854</link>
<description>EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL MENGGUNAKAN METODE COMPREHENSIVE ASSESSMENT MODEL (CAM) PADA PT. REALTI UNGGUL PERKASA
Ginting, Christy Enda Ulina
Pengendalian internal memiliki peran penting dalam menjaga keandalan laporan keuangan dan mencegah terjadinya kecurangan dalam proses bisnis, termasuk pada siklus penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengendalian intermal siklus penjualan dengan menggunakan metode Comprehensive Assessment Model (CAM). Metode CAM digunakan karena mampu memberikan penilaian yang terstruktur dan komprehensif terhadap desain sistem pengendalian internal, Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal siklus penjualan pada PT.Realti Unggul Perkasa belum optimal. Beberapa kelemahan ditemukan seperti proses Pencatatan dan verifikasi masih dilakukan secara manual sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam pencatatan kas dan meningkatkan risiko terjadinya kesalahan, serta ketepatan waktu dalam merespon kejadian negatif kurang efektif dan proses koreksi dilakukan setelah dampak risiko muncul sepenuhnya. Metode CAM terbukti menghasilkan evaluasi yang komprehensif terhadap desain sistem pengendalian serta menjadi dasar perbaikan untuk meningkatkan efektivitas sistem pengendalian siklus penjualan pada PT Realti Unggul Perkasa.
</description>
<dc:date>2025-10-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080//handle/123456789/853">
<title>ANALISIS KONTEN HUBUNGAN MODEL BISNIS DENGAN PEMILIHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN PUBLIK TERBUKA INDONESIA</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/853</link>
<description>ANALISIS KONTEN HUBUNGAN MODEL BISNIS DENGAN PEMILIHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN PUBLIK TERBUKA INDONESIA
Naibaho, Ari Lambok
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara representasi Model Bisnis dan variabilitas pilihan kebijakan akuntansi (PSAK) pada perusahaan publik terbuka di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan Deskriptif Kuantitatif dan Analisis Konten pada laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan di sektor Consumer Non-Cyclicals untuk periode 2021-2023, penelitian ini mengidentifikasi pola aliran pendapatan dan diskresi pengungkapan Model Bisnis. Hasil menunjukkan bahwa aliran pendapatan dibagi menjadi dua kategori: Lazim (frekuensi tinggi) dan Anomali (Frekuensi rendah). Temuan utama adalah bahwa jenis pendapatan Anomali memiliki korelasi yang kuat dengan PSAK yang memiliki diskresi manajerial tinggi. Pola pilihan ini didominasi oleh perlakuan Nilai Wajar, Estimasi, dan Pengakuan Non-kas (seperti PSAK 241 Agrikultur, PSAK 236 Penurunan Nilai Aset, dan PSAK 240 Properti Investasi). Selain itu, anomali ditemukan dalam pengungkapan Model Bisnis terkait pembenaran segmen operasional tunggal dan pemindahan pengungkapan pelanggan utama, menunjukkan upaya manajemen dalam mengelola informasi. Studi ini menyimpulkan bahwa struktur Model Bisnis secara signifikan mempengaruhi interpretasi dan pemilihan standar akuntansi, yang memiliki implikasi langsung terhadap kualitas Laba yang dilaporkan kepada pemangku kepentingan.
</description>
<dc:date>2025-11-04T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
