<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://localhost:8080//handle/123456789/36">
<title>SP - 4 Specific fields of accounting</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/36</link>
<description>Accounting of Human resources, cost, auditing, tax account, fiduciary, inflation</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080//handle/123456789/1014"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080//handle/123456789/995"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080//handle/123456789/916"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080//handle/123456789/915"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-16T20:47:30Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://localhost:8080//handle/123456789/1014">
<title>Akuntansi Perpajakan, Analisis Eksploratif Kondisi Financial Distress Menuju Corporate Turnaround Perusahaan Terbuka Di Indonesia Dengan Perbandingan Angka Arus Kas.</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1014</link>
<description>Akuntansi Perpajakan, Analisis Eksploratif Kondisi Financial Distress Menuju Corporate Turnaround Perusahaan Terbuka Di Indonesia Dengan Perbandingan Angka Arus Kas.
Simarmata, Jalius
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara eksploratif pola pergerakan dan perbandingan antara Return on Investment (ROI) dan Arus Kas Operasi (CFO) guna menilai validitas proses corporate turnaround pada perusahaan yang terindikasi mengalami financial distress. Selama ini, fenomena pemulihan kinerja perusahaan seringkali dievaluasi secara parsial hanya melalui metrik profitabilitas berbasis akrual, yang berisiko mengabaikan kondisi likuiditas fundamental dan kualitas laba yang sesungguhnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan teknik penarikan sampel purposive sampling, yang menetapkan 39 perusahaan manufaktur sebagai objek observasi. Analisis data dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah identifikasi awal kondisi profitabilitas dengan membandingkan kurva ROI terhadap Risk-Free Rate (Rf), yang mengklasifikasikan entitas ke dalam empat kategori awal (Sukses, Potensi, Abu-abu, dan Gagal). Tahap kedua merupakan uji silang analisis&#13;
visual komparatif antara tren pergerakan laba akrual (ROI) dan likuiditas riil (CFO). Hasil pengujian mendalam membuktikan adanya ketidakselarasan (divergence) yang merombak klasifikasi awal menjadi lima temuan kondisi: Kategori Abu-abu, Fake Distress, Fake TurnAround, Fake Distress &amp; Fake TurnAround, serta Gagal (Failed). Penemuan fenomena Fake Turnaround mengindikasikan rendahnya kualitas laba akibat potensi praktik manajemen laba (Teori Keagenan), di mana peningkatan profitabilitas tidak didukung oleh kemampuan menghasilkan kas operasional. Sebaliknya, fenomena Fake Distress membuktikan ketahanan fundamental perusahaan, di mana penurunan laba akrual justru diiringi oleh arus kas operasi yang sangat kuat (Teori Sinyal). Kesimpulannya, evaluasi keberhasilan turnaround mutlak membutuhkan integrasi analisis komparatif antara ROI dan CFO sebagai indikator kualitas laba yang valid sekaligus sistem peringatan dini bagi kelangsungan usaha.
</description>
<dc:date>2026-03-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080//handle/123456789/995">
<title>DESAIN PENGENDALIAN INTERNAL PADA SIKLUS PROSES BISNIS MANUFAKTUR DI INDUSTRI UMKM TAHU</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/995</link>
<description>DESAIN PENGENDALIAN INTERNAL PADA SIKLUS PROSES BISNIS MANUFAKTUR DI INDUSTRI UMKM TAHU
Silitonga, Dame Lestari
Desain pengendalian intemal pada siklus proses bisnis manufaktur UMKM Tahu bertujuan untuk mampu menunjang entitas mendeteksi berbagai ancaman yang berkaitan pada setiap siklus proses bisnis serta meningkatkan efisiensi kelangsungan usaha. Penelitian ini mengembangkan pengendalian internal yang meliputi berbagai aspek utama dalam siklus proses bisnis manufaktur tahu, mulai dari siklus pendapatan, siklus pengeluaran dan siklus produksi. Desain pengendalian internal dirancang untuk mengawasi dan memastikan bahwa setiap tahapan proses berjalan sesuai dengan prosedur operasi baku (SOP) yang di desain.
</description>
<dc:date>2024-11-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080//handle/123456789/916">
<title>DESAIN PERHITUNGAN HARGA JUAL DENGAN METODE COST-PLUS PRICING TERHADAP PENINGKATAN LABA PADA UD. BAKTI JAYA</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/916</link>
<description>DESAIN PERHITUNGAN HARGA JUAL DENGAN METODE COST-PLUS PRICING TERHADAP PENINGKATAN LABA PADA UD. BAKTI JAYA
Anakampun, Yuni Novita
Kini banyak bisnis yang berusaha memberikan keuntungan yang lebih dikenal di pasar bisnis yang serba cepat saat ini, sehingga menimbulkan persaingan yang ketat, di mana berbagai strategi digunakan untuk menarik pelanggan. Tujuannya adalah untuk mencapai keuntungan yang diharapkan dan mempertahankan keuntungan yang telah diperoleh. UD. Bakti Jaya mungkin merupakan perusahaan dagang yang berfokus pada penjualan perlengkapan konstruksi. UD. Bakti Jaya yang menyediakan bahan bangunan seperti batu bata, semen, pasir, keramik, press, cat, dan lain-lain, beralamat di Jl. Harungguan No. 27-81, Huta Rakyat, Kec. Sidikalang, Kabupaten Dairi Perusahaan ini didirikan pada tahun 2014 oleh Bapak Herman Surbakti. Perusahaan ini telah berkembang selama beberapa tahun dan lerus berupaya meningkatkan kualitas barang dan jasanya untuk memenuhi permintaan konsumen, Perusahaan ini juga memiliki pangsa pasar yang penting di kota metropolitan tetangga. Masalah yang dihadapi UD. Bakti Jaya adalah kesalahan perhitungan harga barang yang mereka tawarkan, yang masih mengandalkan pendekatan langsung/manual Perhitungan tol perusahaan sering kali tidak dilakukan secara point per point, dengan beberapa pengeluaran yang dievaluasi, sehingga mengakibatkan kesalahan dalam memaksimalkan laba dan kemungkinan kerugian. Kesalahan dalam menentukan harga produk yang dijual juga dapat berdampak pada keuangan perusahaan secara keseluruhan. Jika harga penawaran terlalu rendah, bisnis mungkin tidak dapat membayar biaya operasionalnya dan menderita kerugian pada akhirnya. Di sisi lain, jika harga penawaran terlalu tinggi. Anda berisiko kehilangan pelanggan ke pesaing yang memberikan harga lebih menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan metodologi Full Costing dengan metode Cost Plus Pricing di UD. Bakti Jaya. Manajemen perusahaan kemudian harus menggunakan pendekatan Taken a toll Further Estimating untuk menentukan biaya dan memperkirakan harga jual. memastikan bahwa harga yang diperoleh kompetitif dengan perusahaan sejenis
</description>
<dc:date>2025-05-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080//handle/123456789/915">
<title>PENGEMBANGAN APLIKASI PELAPORAN KEUANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DENGAN PENDEKATAN PEMIKIRAN DESAIN</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/915</link>
<description>PENGEMBANGAN APLIKASI PELAPORAN KEUANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DENGAN PENDEKATAN PEMIKIRAN DESAIN
Tarigan, Brerina
Demi kepentingan calon investor dan kreditor, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki standar akuntansi yang dirancang untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan. Penelitian ini mengikuti metodologi yang ditetapkan dan dilakukan di Microsoft Excel. Tujuan utama dari penelitian memaparkan secara detail bagaimana usaha Kedai Kopi menghasilkan laporan keuangan GAAP (Small Business Accounting Standards). Penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian kualitatif. Sumber utama data dan informasi dilakukan dengan wawancara, observasi serta catatan yang ada dari usaha. Data primer dan sekunder digunakan untuk membantu penelitian ini. Berdasarkan temuan ini, usaha Kedai Kopi Ula Lupa tidak memiliki dokumen keuangan ataupun catatan yang jelas terkait setiap transaksi penjualan, penerimaan dan pembelian yang tersedia untuk umum. Tujuan penelitian ini untuk memberikan informasi yang akan membantu mereka menyiapkan laporan keuangan sesuai IFRS untuk UMKM, sehingga perusahaan akan mampu membuat penilaian yang tepat untuk perkembangan usaha kedepannya sesuai kinerja usaha.
</description>
<dc:date>2025-04-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
