<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://localhost:8080//handle/123456789/13">
<title>SP - Program Studi Agribisnis Hortikultura</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/13</link>
<description>Study Pro. of Horticulture Agribusiness</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080//handle/123456789/1067"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080//handle/123456789/1041"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080//handle/123456789/1040"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080//handle/123456789/1039"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-10-15T08:31:43Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://localhost:8080//handle/123456789/1067">
<title>Strategi Bauran Pemasaran Minyak Serai Wangi Pada  CV Lewis Pea Abadi Kabupaten Samosir</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1067</link>
<description>Strategi Bauran Pemasaran Minyak Serai Wangi Pada  CV Lewis Pea Abadi Kabupaten Samosir
Parhusip, Sintia Anastasya
Serai wangi sebagai salah satu tanaman minyak atsiri potensial yang sudah berkembang dan tentunya dapat meningkatkan ekonomi. Dari hasil penyulingan daunnya diperoleh minyak serai wangi yang dijadikan sebagai obat herbal yang dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama Citronella Oil. Komponen senyawa utama minyak serai wangi terdiri dari sitronelal, sitronelol, dan geraniol. Ketiga komponen ini yang menentukan intensitas bau harum, nilai dan harga minyak serai wangi. Adapun tujuan dari penelitian ini 1) untuk mengetahui segmentasi bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen minyak serai wangi CV Lewis Pea Abadi. 2) untuk mengetahui rekomendasi bauran pemasaran yang tepat untuk penjualan minyak serai wangi CV Lewis Pea Abadi. Penelitian ini dilakukan di CV Lewis Pea Abadi yang lokasinya di Desa Sipira, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Waktu penelitian dilakukan bulan Oktober-November 2022. Konsumen dipilih dengan metode Non Probabilistik melalui teknik quota sampling. Sebanyak 120 responden yang terpilih sebagai sampel penelitian yang terdiri dari 60 responden yang pernah menggunakan minyak serai wangi dan 60 responden yang belum pernah menggunakan minyak serai wangi. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan menggunakan alat analisis data &#13;
berupa Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aroma minyak serai wangi yang paling disukai oleh konsumen ialah aroma minyak serai wangi yang netral dan memiliki warna putih kekuningan. Kemasan yang paling disukai oleh konsumen adalah &#13;
kemasan dalam botol kaca yang sudah disertai dengan pemberian label yang baik. Untuk harga minyak serai wangi yang disetujui oleh konsumen adalah ukuran 15 ml seharga Rp 13.000, ukuran 30 ml seharga Rp 25.000 dan ukuran 100 ml seharga Rp 70.000. Perolehan informasi mengenai minyak serai wangi yang paling disetujui melalui penawaran langsung dan tersedianya produk minyak serai wangi di toko terdekat supaya konsumen dapat mempertimbangkan untuk membeli minyak serai wangi
</description>
<dc:date>2023-11-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080//handle/123456789/1041">
<title>Desain Keberlanjutan Pemasaran Produk Pada  Usaha Eduwisata Di Socfindo Conservation</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1041</link>
<description>Desain Keberlanjutan Pemasaran Produk Pada  Usaha Eduwisata Di Socfindo Conservation
Lubis, Dian Putra
Socfindo Conservation didirikan pada tahun 2019, tujuan didirikannya Socfindo Conservation yaitu sebagai destinasi eduwisata yang berfokus pada pengembangan serta membudidayakan tanaman-tanaman herbal, pengembangan pendidikan lingkungan, pengembangan tanaman herbal menjadi produk turunan, hingga pemberdayaan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan tingkat keberlanjutan ekonomi dan pemasaran produk pada usaha eduwisata (2) merancang konsep pemasaran untuk meningkatkan keberlanjutan pemasaran produk eduwisata. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan dari bulan Mei 2024 – bulan Agustus 2024 di taman Socfindo Conservation yang berada di Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai. Teknik dan metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini iyalah teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan kuesioner dengan metode purposive quota sampling. Dalam pengolahan data penelitian ini menggunakan alat analis Multidimensional Scaling (MDS) dengan bantuan software Multiple aspect Sustainability Analysis (MSA) dimana alat analisis ini digunakan sebagai alat untuk menentukan nilai keberlanjutan. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan tingkat keberlanjutan pemasaran produk pada usaha eduwisata Socfindo Conservation berada status sangat berkelanjutan dengan rata-rata nilai 89,38. Pada aspek ekonomi nilai keberlanjutannya sebesar 90, aspek sosial berada pada nilai 90, aspek lingkungan berada pada nilai 90, dan aspek pemasaran berada pada nilai 87,5 dimana keempat aspek tersebut awalnya sudah berstatus sangat berkelanjutan. Pada skenario 1 aspek pemasaran ditingkatkan sebesar 6,25 sehingga menjadi 93,75. Dari analisis MDS menghasilkan Desain strategi pemasaran yang dapat dilakukan berdasarkan faktor sensitif di antaranya yaitu pemerintah setempat dan Socfindo Conservation memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat untuk mengelola &#13;
produk-produk herbal yang ditawarkan dan memberikan pinjaman modal kepada masyarakat sebagai modal dalam menciptakan, memproduksi dan mengembangkan produk-produk herbal, sehingga masyarakat dapat memasarkan dan menitipkan produk-produk herbal tersebut kepada Socfindo Conservation dengan nilai yang lebih tinggi. Socfindo Conservation juga harus berinovasi dalam menciptakan produk produk baru dan mengembangkan produk alternatif yang lebih murah namun tetap berkualitas, memantau pasar dan menganalisis tren harga bahan baku global maupun lokal agar mengantisipasi fluktuasi harga, pengelola Socfindo Conservation harus mengevaluasi, mengatur dan mengendalikan biaya produksi agar menekankan biaya yang lebih besar, menjadikan masyarakat-masyarakat setempat sebagai mitra, dan melakukan negosiasi dengan pemasok bahan baku.
</description>
<dc:date>2024-11-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080//handle/123456789/1040">
<title>Bisnis Model Budidaya Cabai Rawit (Capsicum  frutescens) Menggunakan Teknologi Irigasi Tetes dan Fertigasi Otomatis</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1040</link>
<description>Bisnis Model Budidaya Cabai Rawit (Capsicum  frutescens) Menggunakan Teknologi Irigasi Tetes dan Fertigasi Otomatis
Simanjuntak, Ezra Agung
Cabai Rawit (Capsicum frutescens) menjadi komoditas yang sangat penting dalam kebutuhan harian di hampir setiap rumah tangga di Indonesia. peningkatan produksi belum memenuhi Peningkatan permintaan akan cabai rawit. Rendahnya pendapatan &#13;
petani membuat kurangnya produktivitas dan daya tarik untuk menjadi petani cabai rawit yang disebabkan banyak hal terutama tingginya biaya produksi seperti mahalnya harga pupuk, perubahan iklim, biaya tenaga kerja yang tinggi dan rendahnya produktivitas budidaya cabai rawit. Irigasi tetes merupakan salah satu teknologi yang sudah lama ditawarkan untuk menjadi solusi pertanian dengan keterbatasan air, disamping itu irigasi tetes juga menawarkan efisiensi penggunaan tenaga kerja dalam &#13;
pengairan dan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa budidaya menggunakan irigasi tetes akan memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan budidaya konvensional. Penelitian dilakukan di Kabupaten deli serdang &#13;
dengan melakukan eksperimen dengan dua perlakuan yaitu budidaya irigasi tetes dan konvensional, data yang dikumpulkan berupa item yang menjadi investasi awal, biaya tetap dan biaya variabel. Akumulasi hasil panen untuk setiap perlakuan dikalkulasikan dengan harga pasar dan dilakukan studi kelayakan bisnis menggunakan parameter R/C ratio, Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR), dan Return on Investment (ROI). Hasil analis mengatakan budidaya menggunakan irigasi tetes lebih memberikan keuntungan berdasarkan nilai R/C ratio dan NPV yang lebih tinggi dibandingkan budidaya konvensional. Dan budidaya irigasi tetes memiliki nilai persentase IRR dan ROI yang tinggi untuk menginterpretasikan usaha ini layak secara &#13;
finansial
</description>
<dc:date>2026-03-17T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080//handle/123456789/1039">
<title>Perbandingan Efisiensi Produksi Usaha Tani Jeruk Di Desa  Nagori Tongah, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun</title>
<link>http://localhost:8080//handle/123456789/1039</link>
<description>Perbandingan Efisiensi Produksi Usaha Tani Jeruk Di Desa  Nagori Tongah, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun
Tanachi, Renzo
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi produksi usaha tani jeruk di Desa Nagori Tongah, Kecamatan Purbasari, Kabupaten Simalungun, serta membandingkan perbedaan tingkat efisiensi antara petani jeruk berdasarkan luas lahan yang dikelola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah frontier 4.1 untuk mengukur efisiensi teknis, serta fungsi produksi Cobb-Douglas untuk menganalisis pengaruh input terhadap hasil produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani telah mengelola usaha tani jeruk mereka dengan efisien, dengan rata-rata efisiensi teknis sebesar 0,952. Namun, terdapat variasi efisiensi yang signifikan berdasarkan luas lahan, di mana petani dengan luas lahan kecil menunjukkan tingkat efisiensi yang lebih tinggi. Faktor utama yang perlu ditingkatkan untuk meningkatkan efisiensi produksi adalah luas lahan, yang memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil produksi. Sementara itu, faktor lain seperti bibit, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja memerlukan perbaikan dalam kualitas penggunaannya.
</description>
<dc:date>2025-03-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
