<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>SP - 4 Specific fields of accounting</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/36" rel="alternate"/>
<subtitle>Accounting of Human resources, cost, auditing, tax account, fiduciary, inflation</subtitle>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/36</id>
<updated>2026-10-29T01:38:48Z</updated>
<dc:date>2026-10-29T01:38:48Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Pemahaman Dan  Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Penghasilan Pada  Wajib Pajak Orang Pribadi Di Desa Bakaran Batu Kecamatan Sei Bamban  Kabupaten Serdang Bedagai</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/1104" rel="alternate"/>
<author>
<name>Aruan, Nancy</name>
</author>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/1104</id>
<updated>2026-10-26T03:11:35Z</updated>
<published>2026-10-02T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Pemahaman Dan  Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Penghasilan Pada  Wajib Pajak Orang Pribadi Di Desa Bakaran Batu Kecamatan Sei Bamban  Kabupaten Serdang Bedagai
Aruan, Nancy
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pemahaman pajak dan kesadaran wajib pajak, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kepatuhan wajib pajak penghasilan pada wajib pajak orang pribadi di Desa Bakaran Batu, Kecamatan Sei &#13;
Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi berjumlah 1.707 penduduk yang bekerja di desa tersebut, dengan sampel sebanyak 95 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10 persen dan dipilih melalui teknik simple random sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil analisis menunjukkan persamaan regresi Y = 21,789 + 0,253X1 + 0,313X2. Secara parsial, pemahaman pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak (sig. 0,069 &gt; 0,05), sedangkan kesadaran wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan (sig. 0,004 &lt; 0,05). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh positif dan signifikan (F hitung = 12,094; sig. 0,000) dengan Adjusted R Square sebesar 0,191, yang berarti kedua variabel menjelaskan 19,1 persen variasi kepatuhan wajib pajak. Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran wajib pajak merupakan faktor yang paling dominan, sedangkan pemahaman pajak saja belum cukup untuk mendorong kepatuhan wajib pajak di wilayah pedesaan
</summary>
<dc:date>2026-10-02T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Profitabilitas Dan Leverage Terhadap  Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Sektor Energi Di Bursa Efek Indonesia  Periode 2022–2024</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/1096" rel="alternate"/>
<author>
<name>Zalukhu, Setia Jaya</name>
</author>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/1096</id>
<updated>2026-10-21T07:55:00Z</updated>
<published>2026-09-11T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Profitabilitas Dan Leverage Terhadap  Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Sektor Energi Di Bursa Efek Indonesia  Periode 2022–2024
Zalukhu, Setia Jaya
Pajak merupakan sumber pendapatan terbesar negara, namun bagi perusahaan pajak dianggap sebagai beban yang dapat mengurangi laba, sehingga mendorong praktik penghindaran pajak (tax avoidance). Sektor energi rentan terhadap praktik &#13;
ini karena karakteristik industrinya yang padat modal dan sering terlibat transaksi internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas dan leverage terhadap penghindaran pajak, baik secara parsial maupun simultan, pada &#13;
perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari www.idx.co.id dan website resmi perusahaan. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 29 perusahaan dengan total 87 observasi. Profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA), leverage diukur menggunakan Debt to Asset Ratio (DAR), dan penghindaran pajak diukur menggunakan Effective Tax Rate (ETR). Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak, leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap penghindaran pajak, sedangkan secara simultan profitabilitas dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Nilai Adjusted R Square sebesar 4,3% menunjukkan bahwa variasi ETR sebagian besar dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian ini
</summary>
<dc:date>2026-09-11T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Penerapan Core Tax System Dalam Administrasi  Perpajakan Pada PT. Perkebunan Nusantara I Regional 1</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/1095" rel="alternate"/>
<author>
<name>Syawalli, Yoga</name>
</author>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/1095</id>
<updated>2026-10-21T07:50:30Z</updated>
<published>2026-09-15T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Penerapan Core Tax System Dalam Administrasi  Perpajakan Pada PT. Perkebunan Nusantara I Regional 1
Syawalli, Yoga
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Core Tax System dalam administrasi perpajakan pada PTPN I Regional 1 sebelum dan sesudah implementasi Core Tax System. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas tiga orang, yaitu Kepala Subbagian Perpajakan dan dua orang Staff Perpajakan yang terlibat langsung dalam penggunaan Core Tax System. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Core Tax System memberikan kemudahan dalam pelaksanaan administrasi perpajakan melalui pengelolaan data yang lebih terpusat dan &#13;
terorganisasi, informasi yang lebih terperinci, serta fitur monitoring yang membantu mendeteksi kesalahan data pada proses tertentu. Berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM), pengguna memiliki persepsi positif terhadap Core Tax System karena dinilai memberikan manfaat dan relatif mudah digunakan. Berdasarkan DeLone &amp; McLean Information Systems Success Model, penerapan Core Tax System menunjukkan kualitas sistem dan informasi yang mendukung pekerjaan, penggunaan sistem dalam berbagai kegiatan administrasi perpajakan, dukungan kepada pengguna, kepuasan pengguna, serta manfaat dalam &#13;
pelaksanaan administrasi. Selanjutnya, berdasarkan tiga indikator efektivitas Duncan dalam Steers (1985), yaitu pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi, penerapan Core Tax System dapat dinilai efektif dalam mendukung administrasi perpajakan. Meskipun masih terdapat beberapa kondisi teknis seperti jaringan dan proses tertentu yang mengalami pending atau memerlukan pengulangan, kondisi tersebut tidak menghentikan pelaksanaan administrasi perpajakan. Dengan demikian, penerapan Core Tax System pada PTPN I Regional 1 telah berjalan dengan baik dan mendukung pelaksanaan administrasi perpajakan
</summary>
<dc:date>2026-09-15T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Deskriptif Eksploratif Tindakan  Retrenchment Atas Pemulihan Perusahaan Yang Mengalami Financial Distress  Perusahaan Sektor Manufaktur Tahun 2020–2025 Di Indonesia</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/1064" rel="alternate"/>
<author>
<name>Purba, Anggi Arta Ekslesia</name>
</author>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/1064</id>
<updated>2026-10-13T04:22:31Z</updated>
<published>2026-09-29T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Deskriptif Eksploratif Tindakan  Retrenchment Atas Pemulihan Perusahaan Yang Mengalami Financial Distress  Perusahaan Sektor Manufaktur Tahun 2020–2025 Di Indonesia
Purba, Anggi Arta Ekslesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan pola tindakan retrenchment serta menganalisis keterkaitannya dengan corporate turnaround pada perusahaan sektor manufaktur yang mengalami financial distress di Indonesia &#13;
selama periode 2020–2025. Dari 254 perusahaan manufaktur yang memiliki data lengkap, diperoleh 152 perusahaan sebagai sampel melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria mengalami financial distress minimal dua dari tiga tahun selama periode 2020–2022 berdasarkan model Altman Z-Score. Tindakan retrenchment dianalisis melalui tiga domain, yaitu cost retrenchment, asset retrenchment, dan financial retrenchment, dengan karakteristik timing, frequency, breadth, dan intensity. Selanjutnya, karakteristik tersebut digunakan untuk mengidentifikasi pola retrenchment berdasarkan kemiripan profil perusahaan.&#13;
Hasil penelitian menghasilkan empat pola retrenchment, yaitu Asset-Preserving Cost-Financial Retrenchment, Cost-Asset, Financial-Light Retrenchment, Broad/Comprehensive Retrenchment, dan Delayed/Low-Frequency Retrenchment. Broad/Comprehensive Retrenchment merupakan pola yang paling banyak ditemukan, yaitu 81 perusahaan atau 53,29% dari total sampel. Keempat pola menunjukkan tingkat stabilitas pengelompokan yang tinggi, yaitu antara 96,13% hingga 99,06%. Pada pengujian awal terhadap 122 perusahaan dengan outcome binary, turnaround rate masing-masing pola adalah 27,78% untuk Asset-Preserving Cost-Financial Retrenchment, 15,00% untuk Cost-Asset, Financial-Light Retrenchment, 4,29% untuk Broad/Comprehensive Retrenchment, dan 14,29% untuk Delayed/Low-Frequency Retrenchment. Namun, setelah dilakukan &#13;
penyesuaian berdasarkan skala perusahaan, keterkaitan antara taxonomy retrenchment dan corporate turnaround tidak lagi terdeteksi secara statistik, sebanyak 73,03% perusahaan tetap berada pada taxonomy yang sama setelah penyesuaian skala. Temuan ini menunjukkan bahwa pola retrenchment lebih tepat digunakan untuk menggambarkan heterogenitas respons perusahaan terhadap financial distress daripada untuk menentukan satu konfigurasi yang secara umum paling efektif dalam menghasilkan corporate turnaround
</summary>
<dc:date>2026-09-29T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
