<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>SP - Agribusiness</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/17" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/17</id>
<updated>2026-10-29T12:36:23Z</updated>
<dc:date>2026-10-29T12:36:23Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Kelayakan Finansial Lahan Terbuka Dan  Greenhouse Tanaman Sayuran Sawi Hijau (Brassica juncea L.) PT Kusumasatria  Agrobio Taniperkasa</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/1113" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wijaya, Wita Apriliani</name>
</author>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/1113</id>
<updated>2026-10-28T08:52:43Z</updated>
<published>2022-07-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kelayakan Finansial Lahan Terbuka Dan  Greenhouse Tanaman Sayuran Sawi Hijau (Brassica juncea L.) PT Kusumasatria  Agrobio Taniperkasa
Wijaya, Wita Apriliani
Sawi hijau merupakan salah satu komoditas penting bagi masyarakat dikarenakan dapat dikonsumsi dengan makanan apa pun. Produk tanaman sayuran di PT Kusumasatria Agrobio Taniperkasa dibudidayakan dengan dua jenis kategori yaitu sayuran organik dan hidroponik. Sayuran organik juga menggunakan dua sistem budidaya di mana sistem tersebut menggunakan lahan terbuka dan lahan tertutup (greenhouse). Berdasarkan perbedaan sistem tersebut juga dapat mempengaruhi perbedaan hasil &#13;
produksi yang menyebabkan perbedaan pendapatan dan finanlsial. Pendapatan greenhouse dan lahan terbuka selama melakukan proses budidaya tanaman sawi hijau mengalami keuntungan akan tetapi pada tahun pertama kedua sistem tersebut &#13;
mengalami kerugian. Pendapatan yang dihasilkan usaha tani sawi hijau dapat di pertahankan atau dilanjut dari segi pendapatan, sedangkan dari segi analisis finansial sistem lahan terbuka dan greenhouse sama – sama dapat dilanjutkan, akan tetapi sistem greenhouse lebih layak dibandingkan sistem lahan terbuka. Sistem greenhouse lebih layak dipertahankan dikarenakan dari segi analisis finansial nilai sistem greenhouse lebih besar. Nilai analisis lahan terbuka sebagai berikut: NPV: Rp 8.726.871; gross B/C: 1,11; net B/C 1,31; IRR: 26,87%; PV/K: 1.31 dan PP:0,89. Nilai analisis untuk greenhouse yaitu: NPV: Rp: 101.985.917; gross B/C: 1,62; net B/C: 2,19; IRR: 73,31%; PV/K: 2,19 dan PP 0,79
</summary>
<dc:date>2022-07-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Strategi Pemasaran Bunga Matahari Di Pt Bina Usaha  Flora, Cianjur</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/1094" rel="alternate"/>
<author>
<name>Siahaan, Aritra Darori</name>
</author>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/1094</id>
<updated>2026-10-28T09:47:36Z</updated>
<published>2025-10-29T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Strategi Pemasaran Bunga Matahari Di Pt Bina Usaha  Flora, Cianjur
Siahaan, Aritra Darori
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi pelanggan serta merumuskan strategi pemasaran yang tepat dalam meningkatkan penjualan bunga matahari di PT Bina Usaha Flora (BUF), Cianjur. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 27 responden yang terdiri dari 17 pelanggan existing dan 10 pelanggan potensial dengan kategori Business to Business (B2B) meliputi pemilik toko bunga, dekorator, dan pedagang tanaman hias. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan bauran pemasaran (4P) dan matriks SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman dalam pemasaran bunga matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi pelanggan terhadap bunga matahari didominasi oleh jenis Ring of Fire (47%), dengan faktor utama pemilihan pemasok adalah kualitas dan ketersediaan produk (masing masing 41%). Sebagian besar pelanggan membeli 1–2 kali per bulan dengan volume 150–250 tanaman. Kualitas produk dinilai baik oleh 76% responden, namun permasalahan utama dalam pembelian skala besar adalah kualitas yang tidak konsisten (53%), diikuti oleh harga yang kurang bersaing (29%). Strategi pemasaran yang disarankan meliputi peningkatan pengendalian kualitas, peninjauan ulang harga berdasarkan daya beli pelanggan, optimalisasi promosi digital melalui WhatsApp, Facebook, dan Instagram, serta perluasan inovasi produk sesuai tren dekorasi. Melalui analisis SWOT, disusun empat strategi utama yaitu strategi SO, WO, ST, dan WT untuk meningkatkan daya saing, memperkuat penetrasi pasar, mengoptimalkan pelayanan, serta mengatasi ancaman eksternal. Penelitian ini diharapkan dapat membantu PT BUF dalam menentukan arah kebijakan pemasaran dan meningkatkan stabilitas penjualan bunga matahari
</summary>
<dc:date>2025-10-29T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Strategi Bauran Pemasaran Minyak Serai Wangi Pada  CV Lewis Pea Abadi Kabupaten Samosir</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/1067" rel="alternate"/>
<author>
<name>Parhusip, Sintia Anastasya</name>
</author>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/1067</id>
<updated>2026-10-13T08:58:38Z</updated>
<published>2023-11-13T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Strategi Bauran Pemasaran Minyak Serai Wangi Pada  CV Lewis Pea Abadi Kabupaten Samosir
Parhusip, Sintia Anastasya
Serai wangi sebagai salah satu tanaman minyak atsiri potensial yang sudah berkembang dan tentunya dapat meningkatkan ekonomi. Dari hasil penyulingan daunnya diperoleh minyak serai wangi yang dijadikan sebagai obat herbal yang dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama Citronella Oil. Komponen senyawa utama minyak serai wangi terdiri dari sitronelal, sitronelol, dan geraniol. Ketiga komponen ini yang menentukan intensitas bau harum, nilai dan harga minyak serai wangi. Adapun tujuan dari penelitian ini 1) untuk mengetahui segmentasi bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen minyak serai wangi CV Lewis Pea Abadi. 2) untuk mengetahui rekomendasi bauran pemasaran yang tepat untuk penjualan minyak serai wangi CV Lewis Pea Abadi. Penelitian ini dilakukan di CV Lewis Pea Abadi yang lokasinya di Desa Sipira, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Waktu penelitian dilakukan bulan Oktober-November 2022. Konsumen dipilih dengan metode Non Probabilistik melalui teknik quota sampling. Sebanyak 120 responden yang terpilih sebagai sampel penelitian yang terdiri dari 60 responden yang pernah menggunakan minyak serai wangi dan 60 responden yang belum pernah menggunakan minyak serai wangi. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan menggunakan alat analisis data &#13;
berupa Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aroma minyak serai wangi yang paling disukai oleh konsumen ialah aroma minyak serai wangi yang netral dan memiliki warna putih kekuningan. Kemasan yang paling disukai oleh konsumen adalah &#13;
kemasan dalam botol kaca yang sudah disertai dengan pemberian label yang baik. Untuk harga minyak serai wangi yang disetujui oleh konsumen adalah ukuran 15 ml seharga Rp 13.000, ukuran 30 ml seharga Rp 25.000 dan ukuran 100 ml seharga Rp 70.000. Perolehan informasi mengenai minyak serai wangi yang paling disetujui melalui penawaran langsung dan tersedianya produk minyak serai wangi di toko terdekat supaya konsumen dapat mempertimbangkan untuk membeli minyak serai wangi
</summary>
<dc:date>2023-11-13T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Finansial Dan Skala Usaha Minyak Serai Wangi Di Desa Jamburlumban Pokki, Kabupaten Samosir</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/1036" rel="alternate"/>
<author>
<name>Simatupang, Sere Madania</name>
</author>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/1036</id>
<updated>2026-10-07T06:29:45Z</updated>
<published>2025-05-07T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Finansial Dan Skala Usaha Minyak Serai Wangi Di Desa Jamburlumban Pokki, Kabupaten Samosir
Simatupang, Sere Madania
Desa Jamburlumban Pokki, Kabupaten Samosir memiliki potensi besar dalam pengembangan agribisnis minyak serai wangi Cymbopogon nardus karena kondisi iklim, lahan, dan ketersediaan tenaga kerja lokal yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan menentukan skala usaha yang optimal untuk pengembangan minyak serai wangi di Desa tersebut. Metode yang digunakan adalah studi kelayakan usaha dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi pada kelompok tani dan penyuling minyak serai wangi di Desa Jamburlumban Pokki. Analisis finansial dilakukan dengan menghitung biaya investasi, biaya operasional, pendapatan, NPV, IRR, B/C Ratio, dan Payback Period. Penentuan skala usaha dikaji berdasarkan kapasitas penyulingan, luas lahan, produktivitas bahan baku, dan daya serap pasar.
</summary>
<dc:date>2025-05-07T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
