<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>SP - Program Studi Akuntansi Perpajakan</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/14" rel="alternate"/>
<subtitle>Study Pro. of Tax Accounting</subtitle>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/14</id>
<updated>2026-03-12T07:09:06Z</updated>
<dc:date>2026-03-12T07:09:06Z</dc:date>
<entry>
<title>DESAIN PENGENDALIAN INTERNAL PADA SIKLUS PROSES BISNIS MANUFAKTUR DI INDUSTRI UMKM TAHU</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/995" rel="alternate"/>
<author>
<name>Silitonga, Dame Lestari</name>
</author>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/995</id>
<updated>2026-02-09T10:15:12Z</updated>
<published>2024-11-05T00:00:00Z</published>
<summary type="text">DESAIN PENGENDALIAN INTERNAL PADA SIKLUS PROSES BISNIS MANUFAKTUR DI INDUSTRI UMKM TAHU
Silitonga, Dame Lestari
Desain pengendalian intemal pada siklus proses bisnis manufaktur UMKM Tahu bertujuan untuk mampu menunjang entitas mendeteksi berbagai ancaman yang berkaitan pada setiap siklus proses bisnis serta meningkatkan efisiensi kelangsungan usaha. Penelitian ini mengembangkan pengendalian internal yang meliputi berbagai aspek utama dalam siklus proses bisnis manufaktur tahu, mulai dari siklus pendapatan, siklus pengeluaran dan siklus produksi. Desain pengendalian internal dirancang untuk mengawasi dan memastikan bahwa setiap tahapan proses berjalan sesuai dengan prosedur operasi baku (SOP) yang di desain.
</summary>
<dc:date>2024-11-05T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>DESAIN PELAPORAN KEUANGAN MEDAN LAUNDRY SESUAI STANDAR AKUNTASI ENTITAS MIKRO KECIL DAN MENENGAH</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/920" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sawinda, Gusma</name>
</author>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/920</id>
<updated>2026-02-03T04:39:00Z</updated>
<published>2025-05-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">DESAIN PELAPORAN KEUANGAN MEDAN LAUNDRY SESUAI STANDAR AKUNTASI ENTITAS MIKRO KECIL DAN MENENGAH
Sawinda, Gusma
Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah jenis usaha yang dikenal luas di masyarakat Indonesia. Namun, terdapat berbagai masalah yang dihadapi oleh UMKM, seperti sumber daya manusia, mutu pendidikan, pemahaman teknologi informasi yang rendah, dan minimnya keandalan. Laporan keuangan dasar seharusnya mencakup posisi keuangan serta laba rugi usaha. Penting untuk memiliki laporan keuangan yang standar agar bisa digunakan untuk memantau aktivitas dan aset yang diperlukan dalam penggunaannya. SAK EMKM merupakan standar laporan keuangan yang dapat diterapkan di sektor Laundry. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang laporan keuangan untuk Medan Laundry sesuai dengan SAK EMKM. Lokasi penelitian di usaha jasa Medan Laundry yang berlokasi di Jl. Yos Sudarso Pekan Labuhan Kec. Medan Labuhan. Waktu penelitian dilaksanakan dari September 2024 sampai dengan selesai, dengan menggunakan metode Kualitatif deskriptif. Berdasarkan analisis dalam studi ini yang bertujuan untuk menyusun rencana keuangan bagi UMKM Medan Laundry sesuai SAK EMKM dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: sesuai dengan SAK EMKM, Laundry wajib memiliki laporan keuangan yang terdiri dari laba rugi serta laporan posisi keuangan yang sesuai dengan ketentuan SAK EMKM. Laba yang dihasilkan oleh Medan Laundry dari Januari hingga Desember mencapai sekira RP. 18.423.336 dan terdiri dari layanan badcover, cuci basah, cuci kering, dan cuci setrika. Pada laporan posisi keuangan total aset Medan Laundry sebesar Rp. 203.459.336 dan perubahan modal pada Medan Laundry selama satu periode yaitu dari Rp. 199.881.000 menjadi Rp. 203.459.336. Dari analisis rasio keuangan Medan Laundry terlihat bahwa mereka mampu menghasilkan laba kotor dari pendapatan jasa dengan GPM sebesar 23%, menghasilkan laba dari aset yang memiliki ROA sebesar 9%, dan menghasilkan laba dari ekuitas dengan ROE sebesar 9% dalam keadaan yang kurang baik.
</summary>
<dc:date>2025-05-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGEMBANGAN APLIKASI PROYEKSI PERTUMBUHAN BISNIS USAHA KECIL DAN MENENGAH DENGAN PENDEKATAN PEMIKIRAN DESAIN</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/919" rel="alternate"/>
<author>
<name>Siahaan, Veronika</name>
</author>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/919</id>
<updated>2026-02-03T04:34:02Z</updated>
<published>2025-04-10T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGEMBANGAN APLIKASI PROYEKSI PERTUMBUHAN BISNIS USAHA KECIL DAN MENENGAH DENGAN PENDEKATAN PEMIKIRAN DESAIN
Siahaan, Veronika
Demi kepentingan calon investor dan kreditor, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki standar akuntansi yang dirancang untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan dengan tujuan mengetahui perkembangan usaha agar mampu melakukan proyeksi keuangan. Penelitian ini mengikuti metodologi penelitian action research dengan tiga fase inspirasi, ideasi, dan implementasi. Proyeksi keuangan perkiraan tentang kondisi keuangan suatu usaha berdasarkan asumsi dan data yang digunakan saat merumuskannya. Proyeksi keuangan umumnya disusun berdasarkan pada analisis komparatif terhadap data keuangan pada periode sebelumnya guna memberikan gambaran atau kondisi dalam keberlangsungan bisnis di masa yang akan datang. Dalam hal ini, laporan keuangan sangat memegang peranan penting sebagai dasar dalam proses penyusunan proyeksi, yang pada umumnya dirancang untuk jangka waktu satu tahun. Adanya perencanaan keuangan yang matang memungkinkan suatu usaha untuk merencanakan arus kas masuk dan keluar secara sistematis dalam periode tertentu, sehingga dapat meminimalkan risiko berhentinya operasional usaha akibat terjadinya kekurangan dana maupun ketiadaan dana cadangan. Tujuan utama dari penelitian memaparkan secara detail memberikan wawasan mendalam untuk menentukan strategi keuangan yang tepat dan memahami bagaimana perubahan dalam pendapatan atau pengeluaran dapat mempengaruhi keuangan, serta membuat keputusan yang bijak. Penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian kualitatif. Sumber utama data dan informasi dilakukan dengan wawancara, observasi serta data yang mendukung berupa informasi untuk melakukan proyeksi. Data primer dan sekunder digunakan untuk mendukung penelitian ini. Berdasarkan temuan ini, usaha kedai kopi ula lupa dijadikan sebagai objek penelitian belum pernah melakukan proyeksi keuangan.
</summary>
<dc:date>2025-04-10T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENERAPAN BREAK-EVEN POIN DALAM PERENCANAAN LABA PADA UD. PEMBIBITAN J366 DI TANAH KARO</title>
<link href="http://localhost:8080//handle/123456789/918" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nainggolan, Lyan Licristin</name>
</author>
<id>http://localhost:8080//handle/123456789/918</id>
<updated>2026-02-03T04:30:00Z</updated>
<published>2025-05-07T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENERAPAN BREAK-EVEN POIN DALAM PERENCANAAN LABA PADA UD. PEMBIBITAN J366 DI TANAH KARO
Nainggolan, Lyan Licristin
Pertanian merupakan bagian vital dari ekonomi yang dapat memberikan sumbangan yang besar terhadap ketahanan pangan dan kesempatan kerja. Di antara berbagal tipe usaha di bidang pertanian, pembibitan sayuran menunjukkan peluang yang besar, terutama di Kawasan subur seperti Tanah Karo. UD. Pembibitan Sayuran J366 di Tanah Karo adalah salah satu bisnis yang berfokus pada penyediaan bibit sayuran berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penghitungan Break-Even Point (BEP), target laba, serta biaya depresiasi aset tetap di UD. Pembibitan J366, sebuah usaha pernbibitan sayuran di Tanah Karo. Dalam penghitungan BEP, digunakan informasi tentang biaya tetap dan variabel untuk menetapkan titik impas yang diperlukan untuk mencapai keseimbangan antara biaya dan pendapatan. Perhitungan Break-Even Point dalam unit maupun dalam jumlah uang menunjukkan jumlah minimum produksi dan penjualan yang harus dicapai agar pemilik usaha tidak mengalami kerugian Selain itu, perhitungan target keuntungan dilakukan untuk mengetahui jumlah penjualan yang diperlukan untuk mencapai laba yang ingin diraih oleh UD. Pembibitan J366. Tabel depresiasi aset tetap digunakan untuk menentukan biaya depresiasi yang menjadi bagian dari biaya tetap dalam proses produksi. Depresiasi aset tetap seperti Greenhouse dan alat pertanian dapat diukur dengan metode garis lurus, yang akan digunakan untuk perencanaan penggantian aset dan pengelolaan biaya. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa dengan mengetahui BEP pada cabai sebanyak 9.818 (unit) dan Rp 16.198. 908 (Rupiah), untuk tomat sebesar 9.538 (unit) dan Rp 16.213.995 (Rupiah), serta terong sebanyak 10.223 (unit) dan Rp 16.356.982 (Rupiah), dan target laba bibit petani selama enam bulan sebesar Rp 44 400.000 per jenis jenis bibit, serta mempertimbangkan biaya depresiasi aset tetap UD. Pembibitan J366 dapat merencanakan strategi produksinya.
</summary>
<dc:date>2025-05-07T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
